Masyarakat Meminta Pemerintah Pertimbangkan Pengaruh Kenaikan Tarif Tol Lampung Terhadap Peningkatan Inflasi

BANDAR LAMPUNG – Naiknya tarif Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sejak Kamis (25/5/2023) membuat para pengemudi truk barang, bus penumpang dan sebagian mobil pribadi mulai beralih ke Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum).

Kenaikan tarif tersebut dinilai terlalu cepat, sementara kenyamanan berkendara belum maksimal.

Dari pemantauan CIN di ruas jalinsum mulai dari Tarahan (Kabupaten Lampung Selatan) sampai Tegineneng (Kabupaten Pesawaran) pada, Sabtu (22/7/2023) nampak arus kendaraan truk barang, buss, travel penumpang dan mobil pribadi mulai memadati jalur tersebut.

Biasanya, ruas jalinsum tersebut lengang sejak dibukanya jalan tol di Lampung.

Bahkan, di jalinsum ruas Jl Soekarno-Hatta dalam Kota Bandar Lampung di perempatan lampu merah, terjadi kemacetan terutama pada pagi, siang dan petang hari. Hal itu disebabkan Truk barang dan kendaraan luar provinsi mulai masuk jalinsum lagi.

“Kenaikan tarif tol membuat kami terpaksa lewat bawah (jalinsum) lagi dari Pelabuhan Bakauheni,” ujar Mar Sani pemilik mobil pribadi sebagai pengguna jalan yang sering melintas, dalam keterangannya kepada CIN dikutip, Sabtu (22/7/2023).

Menurut Mat Sani, kenaikan tarif tol di Lampung terlalu tinggi untuk ekonomi masyarakat di Lampung kasusnya saat ini, sementara pelayanan dan fasilitas di jalan tol belum memadai.

“Tarif tol naik hampir 40 persen tapi masih banyak dijumpai jalan rusak, jalan bergelombang, jalan gelap, sering terjadi kecelakaan,” ungkap Mat Sani.

Dari pantauan CIN, Ramainya kendaraan truk barang, bus/travel penumpang, juga kendaraan pribadi pelat nomor polisi dari luar Lampung berdampak pada kemacetan arus lalu lintas dalam Kota Bandar Lampung.

Tak hanya pada lalulintas, kenaikan tarif Tol di Lampung akan sangat mungkin berdampak pada terbentuknya peningkatan harga di beberapa sektor, mulai sektor transportasi, barang keperluan pokok hingga logistik.

Jika tidak diantisipasi, maka berpengaruh pada peningkatan inflasi tak hanya di Provinsi Lampung juga berimbas di provinsi Sumatera, karena di ketahui Lampung adalah pintu gerbang sumatera.

Masyarakat berharap penyesuaian tarif ini mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan membayar pengguna jalan tol dengan pengembalian investasi yang kondusif, pemenuhan standar pelayanan minimal dan peningkatan pelayanan bagi pengguna jalan itu sendiri.

Kontributor : Ibnu/S-Hendra

One comment

Tinggalkan komentar