Ini Cara Cek Nama yang Masuk Daftar Akan Divaksin

JAKARTA — Pemerintah segera melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama yang akan divaksin. Mengingat risiko mereka terpapar yang paling besar.

Kemenkes pun sudah memetakan berapa banyak nakes yang akan disuntik.

Lalu bagaimana cara nakes untuk mengetahui apakah mereka sudah terdaftar sebagai kelompok prioritas?

Anda dapat mengakses halaman tersebut melalui website di https://pedulilindungi.id/cek-nik atau diunduh melalui Google PlayStore bagi pengguna Android atau Appstore bagi pengguna IOS.

Persyaratan yang diminta untuk mendapat informasi status program vaksinasi corona Anda dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP.

Sebelumnya, aplikasi tersebut telah diperkenalkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melacak sebaran virus corona COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, mereka yang pernah terpapar virus Covid-19, harus hati-hati. Mereka memang memiliki antibodi untuk melawan corona. Namun jumlahnya masing-masing berbeda. “Bisa jadi karena kekebalan yang terbentuk tidak cukup melindungi,” ungkap Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio pada, Jumat (1/1/2021).

Hal serupa pernah dijelaskan dr. Erlina Burhan, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan. Ia menegaskan, reinfeksi bisa terjadi ketika antibodi pasien sembuh corona mengalami penurunan, dan ia berada di lingkungan yang tinggi akan risiko penularan corona.

Selain itu, menurut Eijkman reinfeksi juga bisa terjadi karena adanya mutasi virus. Seperti diketahui di Indonesia sudah ditemukan beberapa mutasi salah satunya yang sudah terekam di GISAID adalah mutasi ke D164G.

Pada dasarnya kekebalan tubuh manusia bersifat dinamis, bisa naik dan turun. Imunitas seseorang dipengaruhi oleh usia, nutrisi, vitamin, mineral, hormon, olahraga, dan emosi.

Secara sederhana imun tubuh bisa dikatakan memiliki memori, di mana ketika seseorang berhasil sembuh dari COVID-19, tubuh akan mengingat cara melawan virus yang sebelumnya masuk. Kendati begitu, memori tersebut dapat berkurang. Terlebih, tidak pasti sampai kapan antibodi yang baru terbentuk itu bisa bertahan.

#Ibnu_

Tinggalkan komentar