Bisnis Merugi, PT Sepatu Bata Tbk Jual Kantor Pusat

JAKARTA – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menghadapi penurunan kinerja operasional yang mendorong manajemen untuk mencari strategi guna memperkuat posisi keuangan perusahaan.

Dalam upaya tersebut, penjualan aset menjadi salah satu pilihan yang diambil di tengah kondisi bisnis yang merugi.

Sebagai langkah konkrit, sebagaimana dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu (9/3/2024), manajemen memutuskan untuk menjual Graha Bata, sebuah gedung kantor pusat BATA yang terletak di Jakarta Selatan.

Transaksi ini bernilai Rp64 miliar, terdiri dari aset tanah dan bangunan.

Manajemen menjelaskan bahwa penjualan ini dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dengan melunasi sebagian pinjaman berbunga serta mengurangi biaya-biaya yang terkait dengan pengelolaan properti.

“Sehingga alokasi dana dari keuntungan Perseroan dapat dipergunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan,” kata manajemen.

Aset ini terdiri dari enam lantai dengan luas keseluruhan bangunan sebesar 4.239,43 m2, yang berdiri di atas tanah seluas 1.993 m2 yang dikenal dengan nama Graha Bata, beralamat di Jalan T.B. Simatupang Nomor 28 (dikenal juga dengan alamat Jalan R.A. Kartini Kav. 28).

Pembeli gedung yang digunakan sebagai kantor pusat dan administrasi BATA adalah PT Simatupang Jaya Realty (SJR).

Pemilihan aset properti yang dijual (Graha Bata) juga dilakukan untuk efisiensi dengan memperhatikan luasan gedung, yang dinilai sudah jauh melebihi kapasitas yang diperlukan untuk jumlah pegawai yang ada.

“Rencana menyewakan sebagian ruang yang ada menjadi hambatan tersendiri dikarenakan tata ruang dan kondisi gedung ini tidak sesuai dengan kebutuhan calon penyewa,” paparnya.

Perseroan fokus mengoptimalkan penjualan sebagai strategi pertumbuhan bisnis, terutama melalui toko-toko yang ada, dengan anggaran untuk meremajakan gerai saat ini.

“Perseroan juga memfokuskan pengembangan usahanya secara daring atau online melalui anak perseroan, Bata Online,”terang manajemen.

Untuk di ketahui, hingga 30 September 2023, BATA masih mengalami rugi periode berjalan senilai Rp80,65 miliar, membengkak secara year-on-year (yoy) dari rugi pada periode sama pada 2022 yang mencapai Rp20,43 miliar. Namun, BATA masih menggenggam total aset Rp681,77 miliar pada akhir kuartal III-2023.

Tinggalkan komentar