JAKARTA – Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) menyebut real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) aneh. Sebab, suara pasangan calon (paslon) nomor urut 01 itu sempat berkurang.
Ketua Tim Hukum Timnas AMIN Ari Jusuf Amir menyampaikan suara AMIN sempat berkurang di rela count KPU pada pukul 19.30 WIB, Kamis, 15 Februari 2024 dari 13 juta (32 persen) menjadi 9 juta (25,5 persen). Menurut Ari, jumlah suara yang masuk ke sistem real count KPU seharusnya bertambah, bukan berkurang.
“Tetapi yang aneh, semakin bertambah waktu, jumlah suaranya yang hilang. Itu yang tidak masuk akal. Dari 13 juta lebih, tiba-tiba berkurang jadi 9 juta, dan tiba-tiba suara 02 jadi naik. Itu tidak masuk akal,” kata Ari dikutip dari Media Indonesia, Jumat (16/2/2024).
Dia menilai kejadian tersebut disebabkan sistem informasi dan teknologi (IT) milik KPU bermasalah. Pihaknya meminta agar dilakukan audit forensik untuk IT KPU.
“Sudah saatnya melakukan audit forensik untuk IT KPU. Dari tiga paslon, 01, 02 dan 03 menyediakan masing-masing ahli untuk sama-sama terbuka tentang IT KPU. Itu saran kita,” kata dia.
Ari menyebut temuan tersebut sudah dilakporkan kepada KPU. Laporan disampaikan beberapa saat setelah pengurangan suara diketahui.
“Semalam kita sampaikan laporan ke KPU. Begitu ada kejadian, kita masukkan laporan itu. Ada tanda bukti terimanya. Tetapi, seperti biasanya, tidak ada respon dari KPU,” ujar dia.
Berdasarkan pantauan di pemilu2024.kpu.go.id, jumlah suara AMIN sudah kembali seperti semula. Bahkan, AMIN memperoleh suara 14.692.179 suara atau 24,98 persen.

