Semarang – Rektor Universitas Negeri Sultan Agung (Unissula) Semarang Gunarto mengaku didatangi tim operasi perguruan tinggi dan diminta untuk tidak membuat petisi (kritik) nepotisme.
“Saya didatangi oleh tim operasi perguruan tinggi dan diminta untuk tidak membuat petisi (kritik) nepotisme Pak Lurah di Pilpres 2024, tetapi saya tidak mau,” kata Gunarto.
Tim operasi perguruan tinggi yang datang, lanjut Gunarto, bukan aparat kepolisian. Ia mengaku didatangi mantan rektor sebuah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang meminta agar tidak ikut membuat seruan atau petisi, seperti sivitas akademika kampus lainnya yang membuat pernyataan sikap soal kemunduran demokrasi selama pemerintahan Presiden Jokowi.
Tanpa mau menyebutkan identitas mantan rektor itu, Gunarto mengatakan yang bersangkutan menyebut tim operasi perguruan tinggi meminta membendung kritik terhadap Jokowi menjelang pencoblosan 14 Februari. Unissula, kata Gunarto akan menghimpun kekuatan untuk menggelar seruan atau petisi sebagai kritik terhadap kemunduran demokrasi yang memburuk belakangan ini.
“Unissula akan menyampaikan petisi bau busuk nepotisme di Pemilu 2024,” imbuhnya.

