Luhut Bantah Tudingan Indonesia Jadi Penyebab Harga Nikel Dunia Anjlok

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan perihal Indonesia menjadi penyebab harga nikel dunia anjlok, akibat berlebihan dalam memproduksi nikel.

Pasar nikel dunia dikatakan mengalami kekacauan setelah banjir pasokan nikel di Indonesia akibat hasil investasi besar-besaran dari Tiongkok. Ketika harga nikel jatuh, tambang-tambang di dunia berisiko ditutup.

“Enggak juga (gara-gara Indonesia). Enggak betul itu,” ujar Luhut di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Luhut menegaskan program hilirisasi nikel yang dijalankan pemerintah Indonesia dilakukan secara terukur, bukan memproduksi secara berlebihan yang dapat mengganggu pasar nikel global.

Larangan ekspor nikel mentah

Sejak 2020 pemerintah telah melarang ekspor nikel mentah. Upaya ini dianggap beberapa pihak berpotensi mengganggu pasokan nikel global yang memicu konflik dagang.

“Kita enggak pernah jor-joran (produksi nikel). Ya biarkan saja tambang (nikel) dunia tutup, asal kita enggak ikut-ikutan,” ungkap dia.

Luhut juga menuturkan tren harga nikel harus dilihat dalam siklus 10 tahun terakhir. Ia menganggap wajar ada naik turun harga pada bahan baku kendaraan listrik itu.

“Saya berkali-kali bilang, kalau mau lihat itu harus 10 tahun. Pas lagi sekarang naik harganya,” ucap dia.

Tinggalkan komentar