JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis 25 Januari 2024 melemah di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2023 Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah terhadap dolar AS yang diperdagangkan antarbank di Jakarta turun dua poin atau 0,01 persen pada awal perdagangan, mencapai Rp15.715 per dolar AS.
Angka ini mengalami penurunan dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp15.713 per dolar AS.
Analisis ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa pasar sedang menantikan data ekonomi AS, khususnya data PDB kuartal IV-2023.
“PDB AS kuartal IV-2023 diproyeksikan tumbuh sekitar 1,8 persen secara kuartalan, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal III-2023,” ujar Rully.
Data PDB AS dianggap penting karena akan menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi bank sentral AS atau The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga acuannya atau Fed Funds Rate (FFR) ke depan.
Rully memproyeksikan bahwa kurs rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp15.685 per dolar AS hingga Rp15.725 per dolar AS.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa pada hari ini belum terlihat adanya sentimen yang signifikan, dan pasar masih cenderung minim pergerakan.
“Hari ini sepertinya masih minim sentimen, sepertinya belum ada pergerakan signifikan,” ungkapnya.
Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan data ekonomi AS, karena hal tersebut dapat memberikan dampak langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

