JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya dengan suara tinggi mengkritik masalah penegakan hukum dan kekuasaan saat ini.
Dia menyatakan, saat ini hukum telah dipermainkan untuk menjalankan kekuasaan dengan semena-mena oleh penguasa.
“Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan semau-maunya saja. No, no, and no,” kata Megawati dalam pidatonya di HUT ke-51 PDI Perjuangan bertajuk ‘Satyam Eva Jayate’, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2024.
Nada omongan Mega meninggi seraya mengangkat tangannya ke depan kala melontarkan itu.
Selanjutnya, ia menekankan setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Hukum tak boleh pandang bulu.
Mega mengaku miris para elit yang sudah berkelayakan hari ini mulai melupakan akar rumput. Mereka rakyat yang masih hidup dalam ketidakadilan.
“Yang namanya wong cilik yang masih sengsara yang tidak berkeadilan,” ucapnya.
Peringatan HUT ke-51 PDI Perjuangan digelar sederhana di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta. PDI Perjuangan hanya mengundang 51 tokoh VVIP.
Baca Juga:
Pelaku Penganiaya ODGJ di Kota Ende Ditangkap di Bali, Terancam Hukuman Penjara Dua Tahun Delapan Bulan
Jajaran menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo yang hadir yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.
Kemudian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati.
“Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan yang menjadi sahabat saya sejak lama. Lalu sebetulnya Pak Basuki Menteri PUPR ingin juga datang tapi dapat tugas karena hari ini, kemarin juga ada hajatan di Pakualaman,” ujarnya.
Adapula menteri dari PDI Perjuangan seperti Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo.
Selain para menteri, kata dia, jajaran Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga turut meminta diundang.
“Hadir juga TPN Bapak Arsjad Rasjid, Bapak Gatot Edi Pramono, Bapak Andi Widjajanto. Ini juga minta diundang,” ucap Megawati.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDI Perjuangan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu pagi menyebutkan, pembukaan HUT dilakukan secara hibrida. Struktural partai sebanyak 1,2 juta pengurus; 128 anggota DPR RI; 418 anggota DPRD provinsi; 2.874 anggota DPRD kabupaten dan kota; 131 kepala daerah; 124 wakil kepala daerah; dan 32 ribu caleg.
Hasto menjelaskan pembukaan acara HUT dimulai pukul 10.00 WIB, dilanjutkan dengan syukuran di tingkat RT dan RW di daerah secara serentak pukul 16.00 WIB. Kegiatan dengan akar rumput itu, kata Hasto, untuk menjaga persatuan dengan rakyat sebagai kekuatan inti partai.
Selain itu, seluruh rangkaian HUT ke-51 PDI Perjuangan mengutamakan semangat Satyam Eva Jayate, yakni kebenaran pasti menang. Hasti mengatakan semangat itu penting dalam upaya memenangkan PDI Perjuangan dan pasangan calon nomor urut 2 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pemilu 2024.
“Kegiatan merawat pertiwi dengan penghijauan, gelora kebudayaan nusantara, dan konsolidasi di akar rumput akan menjadi ciri utama rangkaian HUT partai,” Hasto menambahkan.

