Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai praktik politisasi agama menjelang Pemilu Serentak 2024.
“Semua elemen perlu mewaspadai beberapa sumber ancaman, utamanya politisasi agama jelang Pemilu 2024 ini,” kata Mahfud MD saat menyampaikan materi secara daring dalam dialog kebangsaan “Sukses Pemilu 2024 menuju Indonesia Maju” seperti dipantau di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan sekali di Indonesia itu, menurut Mahfud, tidak terlepas dari munculnya isu-isu agama, mengingat masyarakat di Tanah Air memiliki keimanan, taat beribadah, serta menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Mahfud, dalil-dalil agama memang penting untuk menjadi pertimbangan dalam memilih partai, caleg, hingga capres-cawapres yang nantinya akan memimpin dan menentukan masa depan bangsa Indonesia dengan lebih dari 270 juta jiwa penduduk.
Namun, tambahnya, hal itu juga tidak boleh disalahgunakan menjadi legitimasi untuk menumbuhkan rasa benci antarsesama masyarakat, yang pada akhirnya menyebabkan perpecahan umat hingga tindak kekerasan.
“Dalil-dalil agama ini tidak boleh menjadi legitimasi untuk membenci, mengkafirkan, bahkan menjadi sumber konflik kekerasan dengan kelompok lain,” tegas Mahfud.

