Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Menyatakan Siap Kerahkan Pasukan Membantu Palestina

Jakarta – Pejuang Hamas Palestina melalui sayap militernya melakukan serangan dadakan dan mematikan ke Israel pada Sabtu (7/10/2023), dengan operasi bersandi operasi Badai Al-Aqsa.

Merespons serangan Hamas tersebut, Israel melakukan serangan balasan dengan mengirim lusinan pesawat tempur untuk membombardir jalur Gaza.

Akibat dari serangan balasan Israel itu, dilaporkan ratusan orang tewas di Jalur Gaza.

Hingga saat ini, Zionis Israel terus menggempur jalur Gaza dengan dalih membalas serangan Hamas. Dalam aksi militer tersebut, warga sipil Palestina banyak menjadi korban. Sejumlah tokoh dunia menyatakan serangan harus dihentikan.

Menanggapi peristiwa itu, Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan siap kerahkan pasukan untuk membantu Palestina melawan serangan Israel.

“Saya sekali lagi mengimbau semua umat Muslim, semua warga, dan negara kita untuk mendukung kebenaran dan mengakhiri perang ini. Atau kirim kami ke sana dalam misi perdamaian. Kami akan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kami akan menghentikan mereka yang terus berperang,” Kadyrov seperti dilansir dari Ukrayinska Pravda, Rabu (11/10/2023).

Kadyrov, yang juga sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, mendukung Hamas yang menyerang Israel untuk mendapatkan kemerdekaan. Gaza telah puluhan tahun menderita akibat blokade Israel.

“Kami sepenuhnya mendukung tindakan Palestina. Karena Israel telah merebut tanah mereka dan sekarang menjaga mereka terisolasi,” ujarnya.

Selain itu, Kadyrov menyebut ada rudal jatuh di dekat masjid yang dia dirikan untuk menghormati ayahnya di tidak jauh dari Yerusalem. Dia meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dari serangan terhadap masjid.

Sementara itu, Rusia khawatir antara Israel dan Palestina bisa berisiko berkembang serta meluas ke daerah di luar wilayah tersebut.

“Kondisinya lebih dari sekadar mengkhawatirkan. Potensinya untuk menjadi berbahaya dengan pertumbuhan dan meluas ke luar zona konflik Arab-Israel saat ini,” kata Juru Bicara Kantor Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, seperti dikutip dari Reuters.

Peskov juga mengatakan Rusia mendorong penyelesaian konflik dengan perudingan. Baik Israel maupun Hamas diminta untuk menahan diri.

Tinggalkan komentar