Jakarta – Viral beredar sebuah video di media sosial (Medsos) memperlihatkan beberapa guru SMPN 15 Medan yang merasa tertekan karena diintimidasi oleh kepala sekolah (kepsek) mereka. Para guru ini juga mengeklaim kepala sekolah mereka sering memberikan surat panggilan tanpa alasan yang jelas, bahkan sampai menahan gaji mereka.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah guru menangis di ruang guru SMPN 15 Medan yang terletak di Jalan M Nawi Harahap, Kota Medan, Sumatera Utara setelah menerima amplop berwarna putih berisi surat panggilan dari kepala sekolah.
Dalam video, salah seorang guru bernama Conny Jeanny Matulessy tampak sangat kesal dengan surat panggilan tanpa alasan yang jelas. Diduga surat panggilan tersebut diberikan kepala sekolah lantaran mereka dipanggil oleh Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kota Medan karena belum menerima gaji tanpa alasan yang jelas.
Saat dikonfirmasi, Conny Jeanny membenarkan bahwa video yang viral tersebut adalah dirinya bersama sejumlah guru di SMPN 15 Medan. Menurut Conny, gaji mereka tertahan karena adanya sentimen pribadi antara kepala sekolah dengan para guru.
“Yang saya tahu ada sentimen pribadi, dia tidak suka dibongkar keburukannya. Kami sudah pernah menanyakan masalah uang terhambat, nah menurut ibu (kepala sekolah) itu tidak pantas. Kemudian saya bertanya masalah postingan beliau, apa maksudnya pasukan penyerang, beliau langsung membuat surat panggilan kedua. Karena saya menolak surat panggilan kedua, dia mencari cara lagi bagaimana menekan saya. Dibuat lah itu menahan gaji,” kata Conny saat di hubungi media CIN pada, Minggu (17/9/2023).
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 15 Medan, Suhartini membenarkan adanya masalah keterlambatan pembayaran gaji yang tidak jelas alasannya.
“Saya sudah berusaha untuk menghadap kepala sekolah untuk menanyakan alasannya mengapa gaji kami tertahan. Saya sudah bertanya kepada bendahara, tetapi kepala sekolah tidak mau menandatangani,” kata Suhartini.
Saat ini, para guru berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dapat mengambil tindakan tegas terhadap kepala sekolah yang diduga melakukan intimidasi dan menolak menandatangani gaji para guru, sehingga mengakibatkan tertundanya pembayaran gaji mereka.

