Bandar Lampung – Direktur BE-I Law Firm Yunizar Akbar keluarga dari Yuwanda (50) korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh kawanan geng motor pada, Kamis (7/9/2023) angkat bicara terkait pernyataan Kapolsek Telukbetung Utara Kompol Yofie Kurniawan yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan ulah Geng Motor melainkan karena cekcok akibat bersenggolan di jalan.
“Mereka (Red-Polsek Telukbetung Utara) berkelit bilang gak ada geng motor yg ada perkelahian, korban bersenjata pisau. Kapolsek bilang pelaku mau nonton, entah nonton apa sambil bawa parang panjang begitu,”ucap Yunizar Kepala Biro Media Online Swara Konsumen Indonesia Kota Bandar Lampung kepada media CIN, Sabtu (9/9/2023).
Sebelumnya, Kapolsek Teluk Betung Utara (TBU) Kompol Yofie Kurniawan mengatakan kejadian itu terjadi diduga berawal dari senggolan di jalan.
“Rombongan pelaku ini mau nonton, terus saat di TKP hendak berbelok ke kiri, mereka (pelaku dan korban) bersenggolan. Akhirnya sama-sama menjerit terus cekcok,” kata Yofie dilansir Lampung Geh pada, Jumat (8/9/2023).
Setelah terjadi cekcok tersebut, lanjut Yofie, korban mengeluarkan sebilah pisau kecil. Sementara, pelaku juga mengeluarkan sebilah pisau.
“Ternyata pelaku mengeluarkan golok lagi dari dalam bajunya, akhirnya terjadi pembacokan itu,” ucapnya.
Yofie melanjutkan setelah peristiwa pembacokan tersebut, pelaku langsung melarikan diri.
“Pelaku langsung kabur, sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek,” jelasnya.
Disinggung apakah pelaku merupakan geng motor, Yofie membantah hal tersebut. Ia mengatakan korban berkelahi satu lawan satu.
“Mereka ribut berdua, awalnya korban mengeluarkan pisau terus pelaku mengeluarkan pisau juga sama golok. Jadi yang membacok itu satu orang dari rombongan pelaku, yang lain hanya melihat,”terang Kapolsek Telukbetung Utara.
Menanggapi pernyataan itu, Yunizar sebagai pihak keluarga Yuanda yang menjadi korban pembacokan tidak terima dan menilai pernyataan Kapolsek Telukbetung Utara sangat menyimpang dari fakta peristiwa yang sebenarnya terjadi terkesan menutup-nutupi keberadaan Geng Motor yang berkeliaran di wilayah Kota Bandar Lampung.
“Kapolsek bilang pelaku mau nonton, entah nonton apa sambil bawa parang panjang begitu, Ini yg sebenarnya, mohon diluruskan, pernyataan yg jauh menyimpang, yg berupaya untuk menutupi seakan-akan tidak ada Geng Motor berkeliaran di wilayah hukum Bandar Lampung, lebih khusus Teluk Betung Utara,”tandas Yunizar kakak kandung korban.
Untuk diketahui, bahwa pekerjaan Yuwanda (korban) adalah sebagai seorang Kemananan Lingkungan RT. 05 LK. I Kelurahan Kupang Teba Kecamatan Telukbetung Utara, kota Bandar Lampung.
“Yuanda (korban) melakukan aktivitas pekerjaan sebagai keamanan dimulai dari jam 01.00 sd 05.00 Wib dan lokasi yg diamankan mulai dari Gedung Voltage Spa, hingga ruko terakhir sebelum SPBU kelurahan Sumur Batu,”terang Yunizar.
Yuanda selalu membawa Sajam dan potongan besi untuk mendukung pekerjaannya yang selalu dilakukan seorang diri.
“Saya hanya bisa mengomentari tentang Jam kerja korban dan pisau kecil (Sajam) yg diberitakan seolah-olah korban yg salah, Keberadaan benda tersebut adalah penunjang tugas korban,”ungkapnya.
Menurut Yunizar, Pada malam peristiwa pembacokan tidak ada acara hiburan di sekitar lokasi kejadian.
“Mengenai jaga malam, kami selalu koordinasi dengan Bhabi kmtibmas da Babinsa, Dan rasanya juga tidak benar jika seakan-akan pelaku BENAR dengan membawa GOLOK karena mau nonton, Dan pada malam kejadian tidak ada hiburan disekitar lokasi kejadian,”jelasnya.
Yunizar menilai pernyataan pihak kepolisian bertujuan agar peristiwa kasus ini menjadi hal Keributan dan kedua belah pihak bisa sama-sama laporan. karena keduanya sudah mempunyai niat buruk dan menghilangkan keberadaan Geng Motor.
“Keluarga akan memantau perkembangan perkara melalui kuasa hukum Korban dari kantor hukum BE-I Law Firm,”pungkas Yunizar.

