Pekanbaru – Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Pekanbaru menyatakan kesiapannya untuk melakukan aksi demo ke Batam untuk mendukung perjuangan warga kampung tua Rempang, Kecamatan Galang.
Kesiapan demo ke Batam ini disuarakan Laskar Melayu saat menggelar aksi demo di Kantor DPRD Pekanbaru pada Rabu (6/9/2023) untuk mendukung perjuangan warga Rempang.
Panglima Besar DPP LLMB Riau, Kepri, dan Sumatera Utara, Datuk Pucuk Ismail Amir mengatakan, jika memang masyarakat di Pulau Rempang membutuhkan, pihaknya siap turun pakai kapal ke Batam.
“Ini adalah bentuk solidaritas kita terhadap saudara kita yang berada di Pulau Rempang, Kota Batam yang terzolimi dengan adanya rencana relokasi,” ujarnya.
Laskar Melayu Pekanbaru menilai upaya Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, untuk merelokasi atau menggusur warga kampung adat di Rempang hanya akan menghilangkan sejarah dan adat Melayu.
“Relokasi itu hanya akan menggusur warga melayu Kampung Tua di Pulau Rempang Batam dan akan menghilangkan sejarah serta adat istiadat Melayu nantinya. Ini benar-benar sangat memprihatinkan,” kata Panglima Besar DPP LLMB Riau, Kepri, dan Sumatera Utara, Datuk Pucuk Ismail Amir dalam orasinya.
Penggusuran itu mengancam warga yang tinggal di 16 kampung adat di Rempang Galang, Batam, imbas dari pembangunan proyek strategis nasional bernama Rempang Eco City.
Rempang Eco City adalah proyek yang menjadikan sepenuhnya Pulau Rempang dan sebagian Pulau Galang sebagai kawasan industri, perdagangan, dan kawasan wisata yang terintegrasi. Akhir bulan lalu, Rempang Eco City baru saja ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN).
Warga Melayu Batam menyambut baik aksi solidaritas yang dilakukan Laskar Melayu Pekanbaru untuk mendukung perjuangan saudara-saudara mereka di Pulau Rempang.
“MasyaAllah, terima kasih Lembaga Laskar Melayu Bersatu Pekanbaru yang hujan-hujan berunjuk rasa demi ‘Save Rempang Galang’,” ujar Marsa.

