Bengkayang – Ribuan buruh perkebunan kelapa sawit PT Duta Palma Agro Group menggelar aksi mogok kerja di di kantor PKS Wirata 3 di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada Sabtu.(19/8/2023). Aksi mogok kerja ini berakhir ricuh lantaran polisi menembaki buruh dengan gas air mata.
Dari video yang beredar di media sosial, akibat kericuhan tersebut ada sejumlah mobil milik Kepolisian terbalik dan rusak.
Diketahui bahwa aksi demo ini sudah dimulai sejak 1 Agustus 2023 dan telah berlangsung selama 19 hari. Aksi demo dan mogok kerja dilakukan oleh para buruh lantaran tuntutan hak-hak mereka yang di anggap belum di penuhi oleh perusahaan.
Berikut 6 tuntutan buruh tersebut di antaranya:
1.Menuntut pembayaran upah tanggal 21-23 Juli 2023
- Menolak sistim panen 2.2.0 dan sistim panen bersama wanita
- Menolak gaji di bawah UMK sesuai ketentuan pemerintah
- Menolak jam kerja karyawan yang tidak konsisten
- Menolak bahwa perusahaan membebankan terhadap para buruh dalam pembelian alat untuk bekerja
- Menuntut agar buruh yang di pekerjakan pada hari libur nasional agar upahnya di bayar sesuai ketentuan perundang-undangan
Ketua Serikat Pekerja dan Lintas Khatulistiwa (PELIKHA) Kabupaten Sambas, Mulyono mengatakan, bahwa aksi demo yang dilakukan oleh para buruh sudah sesuai prosedur dan tidak anarkis, namun pihak kepolisian terlalu agresif menembakan gas air mata ke kerumunan buruh.
” Karena pihak polisi mengambil tindakan seperti itu, sehingga memicu amarah para pendemo hingga terjadilah bentrok. Dari kejadian tersebut para aksi demo mengalami luka-luka diduga akibat tertembak peluru karet oleh pihak polisi,’’ujar Mulyono pada Minggu (20/8/2023).
Mulyono juga menyayangkan atas temuan botol yang di duga berisi Alkohol dari mobil polisi pengaman demo sebanyak 2 kotak, tentu sangat di sayangkan selaku pengaman dan pengayom melakukan hal yang tidak terpuji dengan membawa diduga alkohol.
“Saya menyayangkan sikap kepolisian yang represif dan adanya temuan botol diduga berisi alkohol,’’katanya.
Lebih lajut, Mulyono mengatakan, dalam aksi demo yang berakhir ricuh tersebut ada 4 buruh yang terluka diduga terkena tembakan peluru karet dan ada yang terkena gas air mata.
“Ada 4 buruh yang terluka dalam aksi demo tersebut,”lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Bengkayang AKBP Teguh Nugroho mengatakan, nanti kita kasih rilis beritanya lewat humas agar satu pintu.

