Tangerang – Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2022 lalu, tercatat sebanyak 85.324 warga Kota Tangerang belum memiliki pekerjaan atau menjadi pengangguran.
Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tangerang, Fadhilla Permitasari mengatakan, angka pengangguran saat ini mencapai 7,16 persen dari total keseluruhan penduduk sebanyak 1.950.580 jiwa. “Setelah melalui masa Pandemi Covid-19 kemarin, tingkat pengangguran mencapai 85 ribu jiwa,” ujarnya, Senin (14/8/2023).
Lebih lanjut Fadhilla menjelaskan, jumlah pengangguran di Kota Tangerang tersebut menurun dibanding dengan tahun sebelumnya. Penurunannya sebesar 2,28 persen dibandingkan tahun 2021 lalu, dengan jumlah 103.537 jiwa atau 9,07 persen.
Tingginya jumlah pengangguran pada tahun 2021 lalu disebabkan oleh banyaknya perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat terdampak Pandemi Covid-19. Namun saat ini, berbagai sektor perekonomian di Kota Tangerang mulai berangsur-angsur pulih.
Mayoritas lapangan pekerjaan yang paling diminati masyarakat saat ini adalah di sektor jasa dengan presentase 67,90 persen. Diikuti sektor manufaktur degan 31,26 persen dan bidang pertanian dengan sebesar 0,84 persen.
“Saat Pandemi Covid-19 kemarin mereka mengalami PHK. Namun dengan adanya penurunan angka pengangangguran saat ini, kemungkinan besar mereka sudah mendapatkan pekerjaan kembali,” ujatnya.
Menurut Fadhilla, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang terkait dengan tingginya jumlah pengangguran tersebut. BPS meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar berbagai program seperti virtual jobfair, pelatihan kewirausahaan, atau pelatihan berbasis kompetensi.

