Jakarta – Mabes TNI menggelar konferensi pers, terkait viralnya video Mayor TNI DFH menggeruduk Polrestabes Medan untuk membela tersangka ARH. ARH dikabarkan merupakan keponakan DFH yang terjerat kasus tanah.
Mabes TNI menyebut, langkah DFH menggeruduk Polrestabes Medan bersama 13 prajurit merupakan tindakan show of force (unjuk kekuatan). Pernyataan tegas itu, dilontarkan oleh Danpuspom TNI Marsda Agung Handoko.
“Hasil penyelidikan, kedatangan DFH bersama rekan-rekannya di kantor Polresta Medan diduga dapat dikonotasikan sebagai show of force. Berupaya mempengaruhi proses hukum yang berjalan,” kata Agung dalam pemaparannya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (10/8/2023).
Agung menegaskan, dugaan show of force itu terlihat ketika pihaknya mencermati video viral di media sosial (medsos). Karena, terlihat prajurit TNI yang hanya lalu-lalang tanpa memperhatikan duduk perkara.
“Bisa dilihat dari video yang viral, tidak semua personel yang ada di situ berkonsentrasi untuk mendengarkan duduk persoalan. Tapi ada yang berlalu lalang di sekitar tempat mereka berdebat,” ucap Agung.
Kemudian, Agung membeberkan, TNI belum bisa memastikan terkait indikasi tindakan obstruction of justice. TNI belum mengendus tindakan DFH mengarah ke sana.
“Terkait dengan mungkin ada indikasi bahwa tindakan tersebut bisa dikatakan obstruction of justice. Kami belum bisa mengarah ke sana,” ujar Agung.
Viral video berdurasi lima menit satu detik, perdebatan antara DFH dengan Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa pun beredar. Dalam video itu, nampak DFH menyuruh Kompol Fathir diam dengan nada tinggi.
Peristiwa prajurit TNI mendatangi Satreskrim Polrestabes Medan terjadi, Sabtu (5/8/2023) siang. Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, belasan TNI itu satu per satu meninggalkan lokasi.
Atas tidakannya itu, DFH kini ditahan oleh pihak hukum polisi militer TNI. Jakarta: Mabes TNI menggelar konferensi pers, terkait viralnya video Mayor TNI DFH menggeruduk Polrestabes Medan untuk membela tersangka ARH. ARH dikabarkan merupakan keponakan DFH yang terjerat kasus tanah.
Agung menegaskan, dugaan show of force itu terlihat ketika pihaknya mencermati video viral di media sosial (medsos). Karena, terlihat prajurit TNI yang hanya lalu-lalang tanpa memperhatikan duduk perkara.
“Bisa dilihat dari video yang viral, tidak semua personel yang ada di situ berkonsentrasi untuk mendengarkan duduk persoalan. Tapi ada yang berlalu lalang di sekitar tempat mereka berdebat,” ucap Agung.
Kemudian, Agung membeberkan, TNI belum bisa memastikan terkait indikasi tindakan obstruction of justice. TNI belum mengendus tindakan DFH mengarah ke sana.
“Terkait dengan mungkin ada indikasi bahwa tindakan tersebut bisa dikatakan obstruction of justice. Kami belum bisa mengarah ke sana,” ujar Agung.
Sementara, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan, polisi militer memeriksa prajurit TNI yang mendatangi Mapolrestabes Medan itu.
“Itu saya perintahkan Danpom TNI ya langsung diperiksa ya, sudah saya perintahkan nanti akan kita periksa,” kata Yudo saat ditemui awak media di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).
Menurut Yudo, tindakan prajurit yang mendatangi Mapolrestabes itu tidak etis.
“Tindakan prajurit itu bukan atas nama Kodam I/Bukit Barisan,” ujar Yudo.
Lebih lanjut, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan, polisi militer memeriksa prajurit TNI yang mendatangi Mapolrestabes Medan itu.
“Itu saya perintahkan Danpom TNI ya langsung diperiksa ya, sudah saya perintahkan nanti akan kita periksa,” kata Yudo saat ditemui awak media di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).
Menurut Yudo, tindakan prajurit yang mendatangi Mapolrestabes itu tidak etis.
“Tindakan prajurit itu bukan atas nama Kodam I/Bukit Barisan,” ujar Yudo.

