Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta pemerintah daerah (Pemda) segera memperkuat logistik dengan memasok dari wilayah yang mengalami surplus pangan. Hal ini dilakukan demi meredam kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini.
Demikian disampaikan Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, Minggu (30/7/2023). Cara ini diyakini dapat mengendalikan inflasi dan kenaikan harga pangan.
“Disparitas harga sejumlah pangan pokok yang biasa turut andil dalam inflasi akan dapat dikendalikan,” ujarnya.
Komoditas tersebut antara lain beras, daging ayam, bawang merah, bawang putih dan telur ayam.
Agung mencontohkan ketersediaan bahan pangan di Jakarta yang mencukupi sehingga harganya cukup terkendali.
“Padahal di Jakarta itu defisit pangannya cukup tinggi,” katanya.
Namun, pasokan pangan dari daerah sentra produsen ke Ibu Kota berjalan lancar.
“Sehingga, ketersediaan seluruh bahan pangan di Jakarta jadi berkecukupan,” ucapnya.
Badan Pangan Nasional melaporkan harga sejumlah komoditas pangan di sejumlah daerah naik hingga 10 persen dari harga acuan. Misalnya beras medium, kedelai, jagung pipilang kering, bawang merah, cabai rawit, cabai merah keriting, serta gula konsumsi.

