Ketua KPU Merasa Kecewa Dibohongi Anggota KPU Terpilih di Tiga Daerah Ini

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merasa kecewa dibohongi karena ketidakjujuran anggota KPU terpilih di Manokwari Selatan, Tambrauw, dan Sorong Selatan. Para anggota KPU daerah terpilih itu dinilainya tidak jujur bahwa mereka masih aktif di parpol dan pernah menjadi calon legislatif (caleg).

Anggota KPU harus jujur, pernah jadi pengurus, anggota, caleg partai harus ngomong. Karena esensi pemilu itu harus jujur, orang-orang inikan nggak jujur yang kita ganti,” kata Hasyim saat ditemui awak media di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

Jika mereka jujur, Hasyim menegaskan, pastinya tidak akan terjadinya riak-riak di masyarakat. Terlebih, pemerintah dan masyarakat ingin mewujudkan Pemilu 2024 adil, jujur, dan damai.

“Dirinya pernah menjadi anggota partai, atau masih menjadi anggota partai. Pernah jadi caleg tapi nggak pernah ngomong,” ucap Hasyim.

Meski begitu, Hasyim berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan dan memberikan tanggapan. Alhasil, KPU pusat bisa segera mengganti anggota KPU di daerah-daerah tersebut.

“Itulah fungsinya laporan informasi masyarakat. Masyarakat juga harus tahu bahwa KPU itu tidak boleh anggota partai dan pengurus partai,” ujar Hasyim.

KPU menyesalkan, terjadinya aksi pembakaran ban di depan Kantor KPU Sorong Selatan, Papua Barat, Selasa (25/7/2023). Aksi pembakaran ban tersebur, buntut pergantian anggota KPU Manokwari Selatan, Tambrauw, dan Sorong Selatan.

Lanjutnya, Hasyim menekankan bahwa pergantian anggota KPU di daerah tersebut karena masih aktif di parpol. Terdapat juga anggota KPU yang sebelumnya terpilih menjadi caleg pada pemilu sebelumnya.

“Diantaranya adalah di Manokwari Selatan dan Tambrauw, kedapatan yang terpilih pernah jadi caleg Pemilu 2019. Kemudian di Sorong Selatan, itu kedapatan anggota partai politik, didapatkan dari Sipol atau Sistem Informasi partai politik,” kata Hasyim.

Tinggalkan komentar