Kemenko PMK Mengklaim Angka Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Pada 2023 Turun Menjadi 1,12 Persen

JAKARTA – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andie Megantara mengungkapkan, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia turun menjadi 1,12% pada 2023.

Menurut dia, upaya pemerintah dan non-pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan ektrem mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya angka kemiskinan ekstrem di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Bahkan, angka kemiskinan Maret 2023 terus menurun baik di pedesaan maupun perkotaan, sehingga optimis target penurunan angka kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024 dapat tercapai.

“Pada September 2023 provinsi-provinsi yang berhasil mencapai angka mendekati nol persen kemiskinan ekstrem bertambah dari enam provinsi menjadi 13 provinsi,” papar Andie dalam keterangan yang diterima CIN pada, Selasa (25/7).

Andie mengatakan, selama setahun terakhir, baik dari perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) maupun Bank Dunia menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan ekstrem secara nasional.

Menurut BPS, posisi angka kemiskinan ekstrem per Maret 2022 adalah 2,04% dan menurun di September 2023 menjadi 1,74%. Pada Maret 2023 angka kemiskinan ekstrem di indonesia turun menjadi 1,12% atau menurun 0,62% poin dari kondisi September 2022.

“Dengan rentang waktu yang tersisa hanya satu tahun menuju target nol persen kemiskinan ekstrem, masih diperlukan penguatan keterpaduan dalam implementasi upaya percepatan tersebut,” ujar Andie dalam Forum Konsolidasi Nasional dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia Tahun 2023-2024.

Dalam kesempatan itu, Andie menyebut ada tiga prasyarat utama utama untuk mencapai target penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen di Indonesia Tahun 2024 nanti. Mulai dari peningkatan kualitas pelaksanaan program, mengembangkan dan memutakhirkan basis data untuk pensasaran program, serta konvergensi program antar K/L dengan program daerah maupun non-pemerintah.

Ia meyakini, jika ketiga hal itu dilakukan oleh berbagai pihak, tentu kebijakan maupun program yang dibuat untuk menurunkan kemiskinan ekstrem akan lebih efektif. Dengan demikian, target pemerintah menurunkan kemiskinan ekstrim hinggal nol persen pada 2024 akan tercapai.

“Ketiga hal tersebut dapat mensukseskan penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia, oleh karena itu Forum Konsolidasi Nasional ini bertujuan agar target kemiskinan sesuai Inpres 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, dapat tercapai,” ujar Andie.

Tinggalkan komentar