JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti, kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya yang membuat kerugian bagi anggotanya. Dampak kasus tersebut, dinilai BRIN, menggerus tingkat kepercayaan masyarakat menurun drastis terhadap dunia koperasi di Indonesia.
“Koperasi sempat menjadi spotlite pada kasus simpan pinjam KSP Indosurya, karena melakukan sistem koperasi open loop. Jadi, sistem pinjaman ke anggota non-koperasi, benefitnya untuk beberapa gelintir orang,” kata Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Irwanda Wisnu Wardhana dikutip RRI.co.id dalam acara diskusi Media Lounge Discussion (MELODI) BRIN, di Gedung BJ Habibie, kawasan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/7/2023).
Irwanda menilai, KSP Indosurya telah menyalahgunakan fungsi dan tugas lembaga koperasi yang seutuhnya. Jika menganut koperasi open loop (pengendali linkar terbuka), BRIN menekankan, seharusnya terdapat pengawasan dari kementerian/lembaga terkait, seperi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
“Lembaga koperasi disalahgunakan, harusnya ada pengawas dari kementerian dan lain-lain. Ketika ada orang titip uang, lalu gagal bayar, itu jadi skandal, ini berdampak kepada kepercayaan seseorang dengan KSP,” ucap Irwanda.
Kemudian, Irwanda mengapresiasi, langkah cepat pemerintah melalui Kemenkue yang menerbitkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Dalam UU P2SK, koperasi yang memakai sistem open loop akan diawasi oleh OJK.
“Kemekeu terbitkan P2SK, ini di atur soal koperasi simpan pinjam. Koperasi uang (simpan pinjam) menggunalan sistem open loop diperiksa OJK,” ujar Irwanda.
Menyongsong peringatan Hari Koperasi Ke-76, Rabu (12/7/2023), BRIN menggelar Media Lounge Discussion (MELODI) membahas perkembangan koperasi di Indonesia. Dalam diskusi tersebut, BRIN juga memaparkan riset-riset untuk koperasi agar mampu menopang perekonomian Indonesia.
BRIN mengatakan, Indonesia harus mampu menciptakan Koperasi Sokoguuru (tonggak) untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Selain mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari BUMN, konglomerasi, dan UMKM, role model koperasi harus dihidupkan kembali di tengah masyarakat.
“Riset terkait ekonomi, spesifik mendesign fokus kelembagaan, koperasi, koorporasi, kelembagaam UMKM, ekonomi kerakyatan, sepeti menggabungkan gagasan ekonomi. Basisnya mendesain ekonomi, kita tidak boleh melupakan peran koperasi sebagai role model ekonomi,” kata Irwanda.

