Skandal KKN Petinggi PTPN Distrik DLAB 3 Dinilai Sangat Merusak Citra BUMN

LABURA – Perusahaan Negara PTPN III (Pesero) Holding di bawah naungan Distrik Dlab 3 sedang di terpa badai beraroma skandal korupsi.

Dampak dari tidak berjalan nya sangsi hukuman yang setimpal bagi para pelaku kejahatan di PTPN III Distrik Dlab 3 yang sepertinya mengabaikan peran “AKHLAK” akhirnya berbagai skandal kasus kejahatan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) di Lingkaran Perusahaan Milik Negara (BUMN) PTPN III Distrik Dlab 3 mulai menuai keritikan dari berbagai elemen dan sangat merusak citra BUMN.

Berbagai kasus memalukan saat ini mendera PTPN III seperti kasus Kulusi Korupsi Nepotisme (KKN) pengkhianatan, penyalah gunaan Jabatan dan wewenang dari beberapa petinggi dan penguasa Kebun PTPN III di bawah naungan Distrik Dlab III, Aek Nabara Labuhan Batu yang saat ini di pimpin M.Siddik selaku Genela Manager (GM).

Aksi dari beberapa skandal yang sangat merugikan Keuangan Negara tersebut mulai mencuat kepermukaan.

Hal berbau busuk ini tentu akan mencoreng nama baik bagi Perusahaan Negara ini
Kejadian demi kejadian dan bentuk aksi kejahatan secara berulang terjadi bahkan selalu melibatkan penguasa perusahaan unit setaraf Manager.

Naifnya, mereka para pelaku yang ketahuan melakukan tindak kejahatan hanya mendapat sangsi ringan, yakni sebatas Mutasi Jabatan.

Sedang Pimpinan Pengawas diatasnya yakni General Manager (GM) Distrik tetap tidak tersentuh tindakan hukuman apapun.

Hal ini bisa terjadi karena di duga GM Distriknya kebal Hukum akibat di bekingi atasannya, sebut sumber dalam yang enggan menyebut namanya.

Kembali menerangkan beberapa sumber yang prihatin atas beruntunnya prilaku buruk beberapa Manager di PTPN III, “kita bersama rekan-rekan yang cinta BUMN ini sangat prihatin atas beruntunnya aksi skandal dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di Perusahaan yang mendunia milik Negara (BUMN) Daerah Sumatera Utara ini terkhusus Jajaran Distrik Dlab III.

Akibat aksi busuk oknum-oknum Pejabat yang di percaya Negara untuk mengelola Unit Kebun dan Pabruk Kelapa Sawit (PKS) namun malah memanfaatkan kekuasaan untuk membuat prilaku negatif yang mengakibatkan kerugian Perusahaan Negara dengan nilai yang cukup besar.

Anehnya walau kejahatan itu sudah terbongkar namun hukuman pelaku kejahatan jauh dari setimpal dan sangat mengecewakan Publik.

Apalagi orang yang paling bertanggung jawab atas berbagai kasus ini seperti General Manager Distrik Delab 3 pun tidak tersentuh sangsi atas kasus-kasus yang terjadi secara silih berganti di Wilayahnya, yang melibatkan para Petinggi Perusahaan bawahannya, baik yang bergerak di bidang perkebunan maupun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN III di Sumatera Utara ini.

Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa kondisi Perusahaan Negara BUMN ini sedang sakit akibat di susupi sindikat kejahatan yang terorganisir baik dalam dugaan jual beli Jabatan di posisi strategis maupun posisi dalam Pengelolaan Unit Perkebunan dan PKS.

Sementara orang yang berpengalaman dan jujur dalam mengelola Perusahaan banyak yang di singkirkan melalui Non Job.

Dampaknya, seperti yang kita lihat terjadinya berbagai skandal memalukan menerpa PTPN III dari satu kasus kejahatan hingga menyusul pada kejahatan berikutnya.

Seperti halnya Kasus Korupsi Milyaran Rupiah Manager Kebun di Sumut, Soal dugaan perasan upeti Manager Bandar Selamat kepada bawahannya, Indikasi di sulap nya CPO dari dalam tangki yang ditemukan sudah bercampur air oleh Tim Sidak Direksi di salah satu PKS.

Ributnya beberapa elemen masyarakat terkait dugaan pencurian dan penyelewengan puluhan truck buah sawit milik Perkebunan Labuhan Haji dengan dalih penyelamatan buah mentah hasil proyek reflanting di Kebun Labuhan haji, bahkan Manager bersama Askep dan Asisten Afdeling sangat di curigai sebagai Aktor Intelektual di belakang layar.

Pemandangan yang menyedihkan melihat porak porandanya kondisi tanaman pohon karet hampir di seluruh unit kebun Dlab 3.

Hasil pantauan media CIN adanya indikasi pelanggaran kesepakatan mekanisme pelaksanaan pada Kontrak/ RAB Proyek Tanaman Ulang (TU) Tahun lalu dan yang sedang berlangsung di T.A 2023 dengan Kontraktor Pemenang Lelang yang Oknumnya itu-itu saja mungkin sudah sangat merasa nyaman dalam dugaan permainan kegiatan pada Proyek TU.

Begitu juga rekanan pengusaha transportasi angkutan hasil produksi kebun yang sudah terbiasa mengangkangi kesepakatan kontrak kerja dengan melakukan muat malam hari di atas jam 17.00 WIB, tentu ini rawan terjadi pencurian dan penyimpangan hasil produksi buah sawit kebun.

Beginilah wajah hingga dan pernak-pernik warna indikasi kebusukan kebusukan dalam memanfaatkan Jabatan untuk digunakan melakukan aksi kejahatan di tubuh BUMN PTPN III ini, tentu hal ini melukai hati rakyat dan sangat tidak sejalan dengan harapan pemimpin Kementrian BUMN Erick Thohir yang sangat menginginkan Perusahaan ini semakin terbangun cemerlang dengan mengedepankan Akhlak.

Dikhawatirkan, jika tidak segera di usut tuntas masalah atau tidak dilakukan mutasi besar besaran bagi mereka yang sudah dicurigai maka akan di khawatirkan kelompok terorganisir ini semakin tumbuh subur melakoni kejahatan di lingkaran BUMN ini.

Saat di konfirmasi Mantan Direktur Pelaksana (Dirpel) yang di sebut-sebut diduga sebagai Dalang Intelektual dan Sutradara dalam menentukan Posisi Jabatan berbagai Pimpinan Perusahaan Perkebunan Negara PTPN III, Haslan Saragih via WhasthApp pada, Minggu (18/06/2023), terkirim dan contreng biru namun tetap bungkam, bahkan kemungkinan merasa alergi dengan konfirmasi media hingga memblokir WhatshApp beberapa rekan wartawan.

Sementara, Dirut PTPN III Muhammad Abdul Ghani melalui SEVP Operation II Sudarma Bhakti Lessan saat di mintai tanggapan dan sikapnya atas permasalahan permasalahan pengkhianatan dan ketidak jujuran bawahannya yang di percaya dalam mengelola Perkebunan dan PKS Via nomor WhatshAppnya pada, Senin (19/06/2023), tidak membalas untuk memberi keterangan.

hal ini, Senin (19/06/2023), di Labuhan Batu Utara,

LSM Sidik Perkara bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang juga pengamat Ekonomi Kiki Rizki Yoktavia memandang positif siklus kinerja Menteri BUMN Erick Thohir,

“Erick berhasil mengubah Citra BUMN menjadi positif dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN yang dulu dianggap suka berhutang dan sarang Korupsi, sebut pengamat di Jakarta,”kata Kiki Rizki.

Menurut pengamat ekonomi ini sosok Erick Thohir sebagai Pejabat yang patut di contoh.

Penerapan core valume atau nilai-nilai utama BUMN yang di kenal dengan AKHLAK, Akronim dari Amanah, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

“Erick Thohir mengedepankan kualitas SDM dengan menetapkan Core Value AKHLAK sebagai pedoman kerja Insan BUMN, Ini berguna untuk menjalankan Program Transformasi dan Restrukrisasi Organisasi,”katanya mengutip pesan Erick.

Namun apa yang di sampaikan Menteri BUMN ini sangat bertolak belakang dengan keinginannya oleh sekelompok petinggi di BUMN PTPN III Sumatera Utara terkhusus Jajaran Distrik Dlab 3 Aek Nabara yang sengaja mengangkangi hal ini hingga berujung pada prilaku KKN dalam memanfaatkan Jabatannya yang diduga mendapat Posisi Jabatan bukan karena prestasi tapi karena Misi.

Kuat dugaan sudah terjalin sebuah kelompok mata rantai dari sindikat kejahatan yang terorganisir begitu rapi di tubuh BUMN ini.

Tentu Pihak Kementerian BUMN harus mengusut dan membasmi seluruh kejahatan yang sudah terungkap maupun yang sedang berlangsung di PTPN III Sumatera Utara agar Citra baik BUMN di era Kepemimpinan Erick Thohir tidak di cemari oleh oknum-oknum bermoral buruk dan berwatak jahat bagi BUMN.

LSM Sidik Perkara bersama Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) akan selalu mengawasi dan menyampaikan temuan-temuan kejahatan ini kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebab Dirut BUMN PTPN III M.Abdul Ghani dinilai terlalu lemah dalam pengawasan dan penindakan tegas bagi pelaku kejahatan, dan rata-rata mereka hanya di beri sangsi sebatas hukuman mutasi Jabatan saja padahal ulah pelaku sudah masuk ranah Tindak Pidana Korupsi, sedang GM Distrik Dlab 3 tidak tersentuh Hukuman apapun,” tegas mereka.

(Tim)

Tinggalkan komentar