LABUHANBATU – Aksi Konspirasi terselubung di tubuh BUMN pada PTPN III Perkebunan Negara Labuhan haji (Klaji) yang berlokasi Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan batu Utara (Labura) sangat mengancam nasib buruk bagi masa depan Perusahaan Negara tersebut,
Aksi hitam ini di duga kuat ikut melibatkan petinggi Kebun, bahkan informasi permainan kotor ini telah berlangsung cukup lama dan berjalan dengan mulus.
Ada dugaan kelompok pelaku sudah dikemas terorganisir dan terkoordinir hingga leluasa melakukan permainan yang tergolong nekad di Kebun milik Negara, karena adanya dugaan restu dari oknum oknum pemegang tampuk kekuasaan di lingkaran perkebunan tersebut.
Menurut sumber yang layak dipercaya, sebelumnya untuk posisi jabatan strategis ini telah di kemas perencanaannya sejak awal oleh aktor intelektual untuk mendudukkan oknum-oknum yang direkrut untuk di posisikan menjabat di Kebun Negara tersebut, dengan mendapatkan jabatan yang cukup lama bertahan di Klaji.
Untuk diketahui, Mereka diberi kepercayaan menjabat bukan karena prestasi tapi karena misi, target mainan sindikat ini adalah buah tandan sawit produksi kebun milik BUMN, baik itu buah mentah maupun buah tandan segar.
Mulusnya permainan sindikat terkoordinir ini dalam aksi menyelewengkan hasil buah perusahaan tentu tidak terlepas dari peran dari aktor intelektual petinggi Kebun,
di duga kuat setarap Manager perkebunan Sangap Raja Oloan Harianja, Askep R.F Sitepu dan Asisten Afdeling V Brahma Tarigan tentu mengetahui hal ini, namun disayangkan bila saja mereka sudah setali tiga uang dalam hal indikasi permainan dan penggerogotan Keuangan Perusahaan Negara (KKN) di Perkebunan Milik Negara (BUMN) dimana di tempat inilah mereka mengabdi serta menghidupi keluarganya.
Sepak terjang kelompok yang di koordinir secara rapi
sepertinya melibatkan orang dalam, dan tentu tanpa pamrih harus segera di basmi oleh pihak Dirut PTPN III Muhamad Abdul Ghani.
“Berawal dari monitoring proyek tanaman ulang selama beberapa hari di perkebunan Klaji, akhirnya ditemukan adanya pengutipan buah sawit mentah hasil cipingan Ptoyek Tanaman Ulang (TU) di areal afdeling V Klaji dari beberapa blok dengan keluasan ratusan hektar dan buah buah mentah tersebut di kumpul di depan kantor Afdeling V dan halaman komplek perumahan karyawan kemudian di brondol oleh tenaga harian lepas dan di muat ke salah satu truk dan kuat dugaan ada permainan samping untuk dikirim ke pabrik swasta” papar Ketua DPD LSM Sidik Perkara Labura Sofyan T kepada CIN.

Ditemukan adanya pengutipan buah sawit mentah hasil cipingan Ptoyek Tanaman Ulang (TU) di areal afdeling V Klaji dari beberapa blok dengan keluasan ratusan hektar dan buah buah mentah tersebut di kumpul di depan kantor Afdeling V dan halaman komplek perumahan karyawan.
Saat akan di konfirmasi kepada mandor buah Subari terkait masalah buah mentah ini namun hanya Kerani kantor Sitompul yang memberi keterangan kepada Tim Media beberapa waktu yang lalu.
“pengutipan buah mentah itu memang dari tanaman tumbangan (reflanting) proyek TU yang di cipping ini perintah perusahaan dan sudah berlangsung selama beberapa hari, sedang buahnya di bawa ke PKS Aek Nabara dan Si Sumut” jelas Kerani sitompul.
Menerangkan Asisten Afdeling V Brahma Tarigan di salah satu Cafe Dusun Kampung Banjar Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Labura saat mengundang Tim Media untuk bertemu
Brahma tarigan Rabu (31/05) menjelaskan
“masalah buah mentah itu hasil dari areal tanaman reflanting. memang buah yang ada kami ambil seperti pohon karet tua di areal afdeling V walau belum di tumbang tapi hasilnya tetap di sadap begitu juga buah hasil cipingan itu tentu buahnya tetap di ambil untuk menambah produksi perusahaan tapi jumlahnya tidaklah sampai ratusan ton seperti yang di beritakan Media ya bawah itulah hasil yang di ambil, kami hanya menjalankan perintah atasan yaitu pak Askep dan ini ada titipan dari Pak a
Askep untuk kawan kawan” kata Asisten Brahma sambil menyodorkan amplop putih coba memberi yang disebutnya bantuan dana untuk rekan wartawan namun pemberian tersebut di tolak oleh Tim Media.
Dari hasil investigasi Tim Media selama beberapa hari di seputaran areal tanaman ulang afdeling V Klaji akhirnya menemukan fakta tentang dugaan penyelewengan hasil produksi buah sawit kebun Negara yang di bawa ke PKS – PKS milik Swasta dan memergoki angkutan buah dari PTPN III Klaji yang di masukkan ke salah satu PKS swasta, Setelah memergoki angkutan itu Tim Media mengkonfirmasi supir angkutan tersebut
“Ia bang ini memang buah sawit yang saya muat dari afdeling V kebun Klaji dan Asisten pun tau tentang muatan ini, biasa kami antar ke PKS di Asahan kalau banyaknya sudah ada sekitar puluhan truck yang kami angkut dan antar ke PKS di Asahan itu tapi muatan kali ini di bawa ke PKS ini itupun abang lihatlah antri juga, kalau soal DO hasil penimbangan sawitnya biasanya nanti ada orang kebun yang mengambilnya” jelas supir kepada awak media.
Dan dari hasil monitoring rutin Media tentang dugaan penyelewengan sawit milik BUMN PTPN III Kebun Klaji ini di Konfirmasikan kepada Manager Sangap Raja Oloan Harianja sebagai pimpinan di kantornya Senin (05/06/2023) tak memberi respon.
begitu juga dengan GM Distrik Dlab 3 saat di mintai tanggapannya via Whats appnya belum menanggapi hal ini dengan serius hanya melempar masalah yang disampaikan untuk konfirmasi ke pada Kabid Umum.
Pengamat sosial dan hukum Sumatera Utara Zakaria rambe SH ketika di minta komentarnya mengatakan perilaku para oknum di PTPN III Kebun Klaji merupakan penghianatan terhadap Negara.
“Bila benar hal itu terjadi, tentu ini pengkhianatan terhadap perusahaan milik Negara dimana tempat mereka bekerja dan menggantungkan hidupnya .
perbuatan menjijikkan untuk memperkaya diri secara pribadi adalah prilaku yang buruk.
sudah sepatutnya Management Top BUMN ini harus ambil peduli dan memecat oknum oknum pekerja pengkhianat ini.
bila tidak maka di khawatirkan penilaian dari berbagai elemen masyarakat atas masalah yang berlangsung dianggap ada keterlibatannya sampai ke atas dan memang beginilah rupanya wajah BUMN kita saat ini,” ujar Zakaria mengecam.
Menanggapi dugaan aksi Konspirasi terselubung yang di duga kuat melibatkan para petinggi BUMN PTPN III Kebun Klaji ini Wakil Ketua Kordinator Nasional Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Darwin Marpaung dan Ketua DPD LSM Sidik Perkara Labura Sofyan T di Kota Aek kanopan secara bersama Rabu (14/06.2023) mengatakan, Sindikat di dalam Kebun PTPN III Klaji ini tidak boleh dibiarkan dan negara tidak boleh tinggal diam.
“Melihat sepak terjang dari permainan sindikat di dalam Kebun PTPN III Klaji ini, kuat dugaan para petinggi atau penguasa seperti Manager, Askep ,Asisten hingga Mandor buah dan Pengusaha angkutan sudah bersepakat setali tiga uang dalam aksi memainkan produksi Kebun Negara PTPN III Klaji, kalau ini terungkap jelas mereka sendiri yang menabur kotoran pada periuk mereka, tentu Negara tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi kejahatan yang terkordinir ini sebab orang yang sudah di percaya dan di beri gaji dan berbagai tunjangan serta bonus dari Perusahaan Negara tapi tetap berkhianat dan tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, maka mereka ini termasuk musuh Negara yang menyusup menjadi Virus tersembunyi di tubuh BUMN ( Hacking Virus) permainan ini harus di proses dan ditindak tegas terhadap aksi jahat mereka, bila bersalah jangan hanya sebatas mutasi jabatan saja seperti kasus KKN Manager Kebun di Sumut yang tak berdampak efek jera akibat di hukum mutasi jabatan saja,”tandas petinggi Lembaga Swadaya Masyarakat kesal.
“kita sudah kumpulkan bukti bukti untuk melaporkan oknum- oknum para perusak masa depan perusahaan Negara itu, akan kita surati dulu para petinggi BUMN nya seperti Kementrian BUMN yang saat ini di pimpin oleh Bapak Erick Tohir BA. MBA dan juga Dirut PTPN III, M.Abdul Ghani untuk mengetahui apa respon mereka terkait hal ini, setelah itu baru kita laporkan mereka yang terlibat kepada pihak berwajib Aparat Penegak Hukum (A.P.H) agar permainan ini terhenti dan di proses sesuai Hukum yang berlaku di Negara kita ini” sebut Sofyan T, di dampingi Darwin Marpaung serius,”pungkasnya.

