Manager Tutup Mata dan Diduga Terlibat Atas Dugaan Pencurian dan Penggelapan Buah Sawit di PTPN III Klaji

LABUHANBATU – Manager PTPN III Kebun Labuhan Haji (Klaji) Sangap Raja Oloan Harianja yang telah memasuki masa purna tugas seharusnya tidak tutup mata atau buang badan atas dugaan pencurian buah sawit kebun yang terkoordinir di duga di lakukan oleh kelompok bawahannya untuk diselewengkan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik swasta di daerah Kabupaten Asahan dan Labura.

Dari informasi yang di dapat media CIN, Penyelewengan buah milik perkebunan Negara yang dilakukan oleh kelompok yang sudah terorganisir dan melibatkan banyak orang dalam tersebut sudah berlangsung cukup lama, sehingga aksi pencurian harta milik Negara ini selalu berjalan mulus dan sulit di ungkap. Akibat aksi ini di perkirakan kerugian Negara sudah sangat besar.

Saat dikonfirmasi awak media, Asisten salah satu Afdeling Kebun Klaji berinisial BT pada, Rabu (32/05/2023) tentang adanya berdalih bahwa pengiriman ke PKS untuk menyelamatkan buah mentah hasil dari proyek reflanting Tanaman Ulang (TU).

“kita menyelamatkan hasil buah sawit perusahaan dan kami bekerja atas perintah atasan kalau buah mentah itu memang benar ada di ambil dan di kirim ke PKS PKS Kebun tapi tidak sebanyak yang pernah di beritakan Media sampai ratusan ton, sudahlah pak kita tutup aja cerita itu, ini ada amplop titipan Pak Askep” sebut Asisten BT di dampingi rekannya salah seoarang pengawas proyek TU di salah satu cafe Dusun Kampung Banjar Desa Tanjung Sasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura yang dikutip CIN, Selasa (13/6/2023).

Saat tim mengunjungi Kantor Kebun Klaji dan bertemu dengan Manager Sangap Raja Oloan Harianja di ruang aula kantor kebun PTPN III Klaji Senin (05/06) Manager Sangap meminta awak media untuk meredam pemberitaan terkait perkara tersebut.

“sudahlah itu bang lagian sayakan sebentar lagi mau pensiun abang bantu bantulah meredam hal ini jangan sampai mencuat sayapun masih dalam keadaan kurang sehat jantungnya” mohon Manager Sangap kepada awak media pada, Senin (5/6/2023).

Pengamat Sosial dan Hukum kota Medan Zakaria Rambe SH sangat menyesalkan adanya dugaan KKN Kebun PTPN III Klaji yang dilakukan oleh para petinggi Perkebunan milik Negara tersebut.

“melihat alur kronologis dugaan kejahatan yang terjadi di tubuh PTPN III Klaji yang melibatkan penguasa Perkebunan milik Negara kemudian tidak merespon laporan data penyelewengan buah produksi tanaman Kebun milik Negara, tentu ini hal ini sangat di kesalkan dan ini sebagai penghianatan terhadap perusahaan Negara ( BUMN) dimana tempat mereka bekerja menggantungkan hidupnya selama ini perbuatan menjijikkan untuk memperkaya diri pribadi adalah hal yang tidak bisa di tolerir sudah sepatutnya management top BUMN ini segera ambil peduli dan mengungkap serta memecat oknum oknum pekerja yang berkhianat ini,
bila tidak maka sangat dikhawatirkan jika meraka semakin merajalela serta tambah merugikan perusahaan dan Negara, sehingga masyarakat akan menilai bahwa keterlibatan oknum oknum tersebut sampai ke atas beginilah memang wajah BUMN kita saat ini” kecam Zakaria kepada media CIN pada, Senin (12/06/2023).

Zakaria pun merasa kecewa dan mengecam sikap Manager PTPN III Klaji Sangap Raja Oloan Harianja dan Manager Klaji

Ketua DPD LSM Sidik Perkara Labura Sofyan T ikut angkat bicara dan mengecam dugaan penggelapan dan pencurian yang dilakukan para pengelola Kebun PTPN III Klaji milik BUMN tersebut.

“tidak pantas sikap seorang Manager sebagai orang yang di percaya Negara mengkelola Kebun PTPN III Klaji milik BUMN kesannya seperti mencoba berusaha menghindar dari rasa tanggung jawab dan amanah yang di embankan Negara kepadanya untuk membangun sebuah perkebunan Negara yang baik, jika seseorang yang di beri kepercayaan oleh Negara untuk mengurus usaha milik Negara namun tidak amanah maka orang ini adalah musuh Negara atau sebagai Hacking Virus yang bersemayam di dalam tubuh Perusahaan Negara (BUMN) nah bila dibiarkan tentu hal ini sangat berbahaya kemungkinan di akhir masa jabatan sang Manager yang sedang di ambang pintu masa jabatannya kuat dugaan masih ada terselip niat busuknya untuk menambah isi pundi pundi tambahan harta kekayaan pribadi di masa bebas tugas (MBT)nya.
dengan melakukan jalan pintas yang menyimpang,
maka dari pada itu sudah sepatutnya pihak Direksi segera mengusut tuntas tentang adanya dugaan yang kuat dalam mata rantai KKN di Kebun PTPN IIIbKlaji ini,
dan kita siap memberikan tambahan bukti permainan mereka baik itu di TU, Produksi tanaman kebun maupun tentang kondisi keberadaan tanaman karet yang sudah di tebang dan di angkut hasilnya keluar,
karena kita khawatir bila hal dugaan permainan ini di biarkan berlanjut sudah tentu nasib masa depan BUMN PTPN III bakal terancam apalagi di pimpin orang orang yang tidak bertanggung jawab dan bermental korup” tegas Ketua Safyan pada media CIN, Selasa (13/6/2023).

Investigasi : Munir Nasution

Tinggalkan komentar