JAKARTA – Kurs rupiah pada perdagangan hari ini Senin 5 Juni 2023 yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 0,66 persen atau 100 poin menjadi Rp14.894 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.994 per dolar AS.
Menurut Analis senior, Lukman Leong, penguatan rupiah hari ini dipengaruhi antisipasi investor terkait data inflasi Indonesia pada Mei 2023 yang diperkirakan akan kembali lebih rendah.
“Dolar AS sebenarnya masih rebound menguat secara umum setelah data tenaga kerja AS NFP (nonfarm payrolls), yang lebih kuat memicu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi tingkat suku bunga The Fed yang lebih tinggi,” kata Lukman di Jakarta, Senin 5 Juni 2023.
Selain itu, data inflasi diperkirakan akan kembali turun dan kian mendekati target Bank Indonesia, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Indeks dolar AS pada umumnya naik, dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang, kecuali rupiah,” ujar Lukman.
Sementara itu, menurut analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova, penguatan rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini disebabkan faktor eksternal, yakni kesepakatan senat AS terkait debt-ceilling Pemerintah AS menjadi rancangan undang-undang (RUU) dan data pengangguran AS pada Mei 2023 yang memburuk.
Adapun faktor domestik yang mendorong penguatan rupiah adalah ekspektasi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 yang tinggi di level 5,7 persen.
“(Faktor lainnya adalah) laju inflasi Mei (2023) diperkirakan masih pada level yang rendah,” ungkapnya.

