JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi 23 Mei 2023, melemah 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp14.893 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.890 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, mengatakan bahwa pelemahan rupiah pada hari ini terpengaruh oleh ketidakpastian mengenai pembicaraan pagu utang pemerintah AS.
“Pelemahan rupiah hari ini dikarenakan index dolar AS yang masih tinggi, masih di atas 103 seiring dengan masih ada risiko ketidakpastian terkait pembicaraan pagu utang pemerintah AS dan pernyataan pejabat The Fed yang beragam mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan,” ujar dia di Jakarta, (23/5/2023).
Menurut dia, pernyataan beragam yang dikeluarkan antara lain oleh Presiden The Fed ST. Louis James Bullard yang hawkish dan Presiden the Fed Minneapolis Neel Kashkari yang dovish mempengaruhi pelemahan rupiah hari ini.
Selain faktor-faktor global, lanjutnya, faktor domestik juga mempengaruhi kurs rupiah mengingat investor masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan dimulai dua hari lagi.
“Pelaku pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga saat ini di level 5.75 persen, namun masih mencermati stance kebijakan moneter ke depan dari hasil RDG BI Kamis (25/5),” ucap Rully.
Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan melemah terhadap dolar AS dengan kisaran Rp14.895-Rp14.950 per dolar AS.

