Berikut Penjelasan Terkait Etilen Oksida yang Ditemukan dalam Mi Instan Jadi Pemicu Kanker

JAKARTA – ZAT Etilen oksida (EtO) adalah gas tidak berwarna yang mudah terbakar yang biasa digunakan sebagai bahan sterilisasi dan blok bangunan untuk produksi berbagai bahan kimia.

Etilen oksida digunakan pada plastik, deterjen, dan obat-obatan.Etilen oksida sebenarnya adalah bahan kimia yang berguna dan serbaguna.

Namun bahan inui juga dikenal sebagai karsinogen yang kuat, yang berarti dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Paparan Etilen oksida dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, atau kontak kulit.

Orang yang bekerja di industri yang menggunakan Etilen oksida, seperti pabrik kimia, rumah sakit, dan produsen alat kesehatan, berisiko lebih tinggi terpapar.

Masyarakat umum juga dapat terpapar Etilen oksida melalui produk konsumen, seperti kemasan makanan, pembersih rumah tangga, dan barang-barang perawatan pribadi.

Mekanisme Etilen oksida menyebabkan kanker diperkirakan melalui kemampuannya untuk merusak DNA, yang dapat menyebabkan mutasi yang dapat mendorong perkembangan sel kanker.

Studi pada manusia telah menunjukkan bahwa paparan Etilen oksida dapat meningkatkan risiko berkembangnya jenis kanker tertentu, termasuk:

  1. Limfoma

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa paparan EtO dikaitkan dengan peningkatan risiko pengembangan limfoma, kanker yang mempengaruhi sistem limfatik.

  1. Leukemia

Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa paparan EtO dapat meningkatkan risiko berkembangnya leukemia, sejenis kanker yang memengaruhi darah dan sumsum tulang.

  1. Kanker payudara

Meskipun buktinya kurang jelas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan EtO dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Etilen oksida (EtO) telah digunakan sebagai fumigan untuk produk makanan, khususnya rempah-rempah, untuk mengendalikan kontaminasi mikroba dan memperpanjang umur simpan.

Namun, penggunaannya dalam makanan telah dibatasi atau dilarang di banyak negara karena potensi risiko kesehatannya, termasuk sifat karsinogeniknya.

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) telah menetapkan batas residu EtO dalam makanan.

FDA mengizinkan penggunaan EtO pada makanan tertentu, termasuk rempah-rempah, dan telah menetapkan tingkat residu maksimum (BMR) sebesar 5 bagian per juta (ppm) untuk EtO dalam rempah-rempah.

Menanggapi kontaminasi tersebut, FDA meningkatkan pengujian rempah-rempah impor dan produk makanan lainnya untuk residu EtO.

Sebelumnya, paparan EtO melalui produk makanan yang terkontaminasi dianggap relatif rendah dibandingkan dengan sumber paparan lain, seperti paparan pekerjaan.

Namun, potensi risiko kesehatan yang terkait dengan tingkat paparan EtO yang rendah sekalipun telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pakar kesehatan dan pembela konsumen.

Untuk mengurangi risiko paparan EtO dalam makanan, konsumen dapat memilih produk yang belum difumigasi dengan EtO atau yang telah diuji dan ditemukan masih dalam batas yang diperbolehkan untuk residu EtO.

Konsumen juga dapat mengurangi paparan terhadap EtO dengan mencuci dan memasak produk makanan dengan benar, yang dapat membantu menghilangkan atau memecah sisa EtO.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah mengklasifikasikan EtO sebagai karsinogen Grup 1, yang berarti diketahui bersifat karsinogenik bagi manusia.

Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) juga mengklasifikasikan EtO sebagai karsinogen manusia.

Untuk mengurangi risiko paparan EtO dalm lingkungan pekerjaan, penting untuk mengikuti prosedur keselamatan yang tepat.

Pemberi kerja yang menggunakan EtO diharuskan mengikuti panduan ketat untuk melindungi pekerja, seperti menyediakan peralatan pelindung yang sesuai, memastikan ventilasi yang baik, dan memantau tingkat paparan.

Masyarakat umum juga dapat mengurangi keterpaparan mereka terhadap EtO dengan memilih produk yang tidak mengandung EtO atau dengan ventilasi yang baik.

Khususnya di area yang mungkin terdapat EtO, seperti di rumah sakit atau fasilitas manufaktur.

Tinggalkan komentar