JAKARTA – Ketegangan di kawasan Taiwan semakin tinggi ketika China meningkatkan kehadiran militernya menyusul kunjungan presiden Taiwan ke AS.
Politisi senior dari negara kepulauan itu mengatakan, China tampaknya siap melancarkan perang melawan Taiwan.
Beijing telah memperingatkan bahwa latihan simulasi pengepungan negara pulau baru-baru ini dimaksudkan sebagai “peringatan serius” bagi politisi pro-kemerdekaan.
“Lihatlah latihan militer, dan juga retorika mereka (Red-China), mereka tampaknya berusaha bersiap-siap untuk melancarkan perang melawan Taiwan. Pemerintah Taiwan memandang ancaman militer China sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan kami mengutuknya,”kata menteri luar negeri Taiwan Joseph Wu kepada CNN dikutip, Selasa (18/4/2023).
Untuk di ketahui, China melakukan latihan udara dan laut berskala besar selama tiga hari bernama Joint Sword yang berakhir pada Senin merupakan tanggapan atas pertemuan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dengan ketua DPR AS Kevin McCarthy di California pekan lalu.
Dan China telah memperingatkan konsekuensi serius jika pertemuan itu dilanjutkan.
Juru bicara (Jubir) Kantor Urusan Taiwan kabinet China Zhu Fenglian mengatakan pada konferensi pers mengatakan, Tentara Pembebasan Rakyat baru-baru ini mengorganisir dan melakukan serangkaian kegiatan di Selat Taiwan dan perairan sekitarnya, merupakan peringatan serius terhadap kolusi dan provokasi kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan dan kekuatan eksternal.
“Ini adalah tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah,” kata Zhu.
Beijing juga dilaporkan berencana memberlakukan zona larangan terbang dalam beberapa hari mendatang.

