VATIIKAN – Pemimpin gereja Katolik, Paus Fransiskus memimpin misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus Vatikan pada Sabtu (8/4/2023) malam.
Paus Fransiskus kembali ke hadapan publik sehari setelah cuaca dingin di Roma mendorong Paus yang baru saja keluar dari rumah sakit untuk melewatkan prosesi kebaktian tahunan ‘Jalan Salib’ di Roma.
Kebaktian basilika malam dimulai dalam kegelapan. Kemudian interior gua basilika tiba-tiba bermandikan cahaya.
Ini mencerminkan kepercayaan Kristen bahwa Yesus bangkit dari kematiannya melalui penyaliban dan bahwa kebaikan dapat menang atas kejahatan.
Paus berusia 86 tahun itu pulih dari bronkitis setelah baru-baru ini dirawat di rumah sakit selama tiga hari.
Pada hari Minggu, puluhan ribu orang bergabung dengan paus di Lapangan Santo Petrus untuk misa Paskah untuk pidatonya tentang konflik global di akhir Pekan Suci.
Perayaan dimulai di dalam di pintu masuk Basilika dengan ritual menggugah pemberkatan api diikuti dengan prosesi cahaya lilin sementara Lumen Christi dinyanyikan dan lampu Basilika menyala.
Pada awal misa, Paus Fransiskus tampak tiba dengan kursi roda yang ia gunakan untuk mengatasi nyeri lutut.
Ia menorehkan sebuah salib pada lilin yang tinggi, huruf pertama dan terakhir dari abjad Yunani yaitu alfa dan omega dan huruf angka tahun ini.
Lilin yang menyala kemudian dibawa oleh seorang pendeta ke lorong tengah basilika, melewati bangku-bangku yang gelap.
Lusinan kardinal dan uskup lainnya mengikuti, masing-masing membawa lilin yang lebih kecil dan menyala.
“Gereja memanggil putra dan putrinya, yang tersebar di seluruh dunia, untuk bersama-sama berjaga dan berdoa,” kata Paus Fransiskus, memulai kebaktian.
Misa basilika selama peringatan hari terpenting Kekristenan telah menjadi kesempatan bagi paus untuk membaptis orang dewasa dari seluruh dunia.
Tahun ini delapan orang percaya dari Albania, AS, Nigeria, Italia, dan Venezuela dipilih untuk dibaptis, kata Vatikan.
Dalam homilinya, Paus Fransiskus menggarisbawahi bagaimana para wanita yang berangkat untuk mengunjungi makam Yesus dan menemukannya kosong mengalami pengalaman luar biasa.
Ini menandai peralihan dari kesedihan yang luar biasa atas kematian Yesus menjadi mengalami kekaguman yang atas kebangkitan Tuhan.
Merenungkan bacaan Injil pada Malam Paskah, Paus Fransiskus menggambarkan bagaimana para wanita itu gembira setelah menyaksikan kubur yang kosong.
Paus mengatakan kadang-kadang kita juga bisa diliputi oleh kesedihan ketika kita hanya melihat saat ini dalam kuburan kekecewaan, kepahitan atau kecemasan, percaya tidak ada yang bisa berubah.
Kekecewaan ini, kata Paus, dapat menjadi sumber harapan mengering di dalam diri.
\Paus Fransiskus juga menghharisbawahi, kebangkitan Tuhan memotivasi kita untuk maju dalam harapan dan sukacita.

