JAKARTA – Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Sabtu pagi ini 1 April 2023 WIB. Penguatan Harga minyak kali ini disulut oleh masalah pasokan yang semakin ketat di wilayah Kurdistan Irak.
minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2023 terangkat 1,83 persen ke Harga US$75,74 per barel.
Harga tersebut berada di atas MA5 dan MA20 yang masing-masing berada pada US$73,95 dan US$73,14.
Tren bullish pada WTI telah dikonfirmasi kedua indikator rerata Harga yang bersilangan di Harga US$73,95.
Perlu diketahui, terhitung sejak 6 Maret hingga pagi ini, Harga WTI diperdagangkan di atas area support US$65,79.
Namun, masih harus menghadapi area resistance yang cukup solid pada US$80,55.
Sementara itu, minyak mentah jenis Brent kontrak Mei 2023 naik 1,83 persen sehingga ditutup pada US$75,74 per barel.
Harga Brent pun pagi berada di atas MA5 dan MA20 yang masing-masing berada pada US$73,95 dan US$73,14.
Tren bullish telah dikonfirmasi melalui persilangan kedua indikator rerata Harga tersebut pada Harga US$73,95.
Harga Brent ditopang oleh area support US$72,97, dan masih harus berjuang untuk membus resistance US$86,18 yang telah bertahan sejak 13 Februari 2023 lalu.
Para pelaku pasar komoditas minyak saat ini berfokus pada pengetatan pasokan.
Pasalnya, Irak terpaksa menghentikan sekitar 450.000 barel per hari (bpd) ekspor minyak mentah, atau 0,5% dari pasokan minyak global, dari wilayah Kurdistan (KRI) pada hari Sabtu melalui pipa yang mengalir dari ladang minyak Kirkuk utara ke pelabuhan Turki. di Ceyhan.
Tidak hanya itu, perlambatan inflasi juga turut mendukung Harga minyak.
Dengan melambatnya inflasi, The Fed diprediksi tidak akan bersikap hawkish dalam menaikan suku bunga, dengan begitu permintaan investor untuk aset-aset berisiko, seperti komoditas dan ekuitas pun turut naik.

