Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan Gubernur Bali I Wayan Koster Tolak Timnas U20 Israel

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa Gubernur Bali I Wayan Koster trauma dengan tragedi Bom Bali I dan II. Hal ini dia sampaikan pada saat wawancara di CNN Indonesia dalam acara political show.

“Pak Koster masih trauma dengan kejadian bom di Legian, Badung, Bali. Sebagai pemimpin beliau menerima masukan terhadap berbagai potensi eskalasi ancaman-ancaman,” ujar Hasto.

Namun, dalam hal ini Polda Bali agaknya telat dalam merespon pernyataan Hasto. Polda Bali pun merespons pernyataan itu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan saat ini keamanan di Bali terkendali.

“Kita tahu bahwa Bali ini secara umum aman kondusif,” kata Satake Bayu kepada wartawan di kantornya.

Dia menegaskan bahwa polda Bali akan melakukan Langkah-langkah keamanan yang ketat. Dan mengelola informasi yang disampaikan oleh petinggi PDIP tersebut.

Dalam perkembanganya hingga saat ini belum ada isu terkait ancaman terorisme. Namun pihkanya masih memantau perkembanganya hingga saat ini.

“Sementara hasil intelijen itu belum ada. Tetapi kami akan pantau terus perkembangannya,” ungkapnya.

Sebelumnya gubernur Bali I Wayan Koster pada Januari lalu sempat mendukung pagelaran Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung di Bali. Namun pada Maret 2023, Koster menolak secara resmi melalu surat kepada Kemenpora pada 14 Maret 2023 dengan judul surat “Penolakan Tim Israel bertarung di Bali” dengan alasan karena masalah palestina dan tidak adanya hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia.

Selain Koster, Gubernur Jawa tengah Ganjar pranowo juga menolak dengan alasan atas konsistensinya mendukung kemerdekaan Palestina.

“Sehingga penyelenggaraan Piala Dunia U20 bisa dilakukan tanpa mengorbankan komitmen panjang kita untuk mewujudkan Palestina merdeka. Serta, tetap menjaga kedamaian sosial-politik di dalam negeri Indonesia,” kata Ganjar kala itu.

“Saya berharap agar diupayakan langkah-langkah terobosan bersama, tanpa kehadiran Israel,” katanya.

Selain Ganjar dan Koster, penolakan juga dilakukan oleh sejumlah partai seperti PDIP dan PKS. selain beberapa kelompok organisasi masyarakat juga ikut menolak seperti Alumni 212, dan FPI.

Melalui rilis media resmi FIFA secara resmi mencopot Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20 dengan alasan situasi yang tidak kondusif.

“Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023,” terang FIFA dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya presiden Joko Widodo pada selasa (28/03/2023) mengutus ketua PSSI Erick tohir untuk bertemu dengan FIFA untuk mencari jalan keluar.

Namun setelah Erick Thohir berunding dan melobi FIFA agar pertandingan tetap dilakukan di Indonesia gagal. Hingga akhirnya melalu rilis resmi FIFA memutuskan untuk mencopot Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20.

Dikutip dari Tribunjatim, Erick thohir mengaku sudah berjuang semaksimal mungkin agar piala dunia U-20 tetap diadakan di indoensia namun keputusan FIFA sudah tidak bisa diganggu gugat. Indonesia sebagai anggota dari FIFA pun harus tunduk dan patuh dengan segala keputusan yang ada.

“Saya sudah berjuang maksimal. Setelah menyampaikan surat dari Presiden Jokowi, dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan event yang kita sama-sama nantikan itu,” ujar Erick Thohir dari Doha

Erick menambahkan bahwa Indonesia sebagai anggota dari FIFA pun harus tunduk dan patuh dengan segala keputusan yang ada.

“Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan Presiden, pecinta sepakbola, anak-anak timnas U-20, dan juga suporter setia sepakbola, tapi karena kita anggotanya dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk,”jelasnya.

Tinggalkan komentar