JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi membuka suspensi saham emiten badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada perdagangan akhir pekan ini Jumat (3/3/2023).
Pada perdagangan perdananya setelah suspensi saham WSKT langsung diterpa tekanan jual oleh para investor, harga saham WSKT pun anjlok 6,9 persen hingga menyentuh batasan ARB pada harga Rp324.
Sebanyak 5,12 juta saham WSKT diperdagangkan dengan nilai mencapai 1,66 triliun, meskipun begitu investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp169,91 juta pada saham WSKT.
Terhitung dalam 20 hari sesi perdagangan terakhir (tidak termasuk waktu ketika saham WSKT disuspensi), maka harga saham WSKT masih tetap pada rentang resistance Rp380 dan support Rp284.
Lalu, dengan anjloknya harga saham WSKT pada hari pertama suspensi tersebut dibuka, maka posisi harga saham WSKT berada dibawah MA5 dan MA20 yang masing-masing berada pada Rp348 dan Rp340.
Seperti diketahui, BEI melakukan suspensi terhadap saham Waskita pada 16 Februari 2023 lalu, terkait penundaan pembayaran bunga ke-15 Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, menyampaikan BEI sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali perdagangan saham Waskita Karya.
“Bursa dapat mempertimbangkan pembukaan suspensi perseroan, setelah perseroan menyampaikan hasil RUPO dan laporan atau keterbukaan informasi mengenai adanya perubahan (amendemen) atas perjanjian perwaliamanatan kepada publik terkait rencana restrukturisasi obligasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E,” ujar Nyoman
“Pembukaan suspensi akan dilakukan setelah penyebab suspensi telah diselesaikan oleh perseroan,” ujar Nyoman.
Sedangkan, hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) emiten BUMN bidang konstruksi pada 16 dan 17 Februari 2023 lalu telah disetujui.
Sebagai informasi, WSKT mencatatkan laba bersih pada kuartal III tahun 2022 sebesar Rp578,17 miliar atau melonjak 766,6 persen year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu sebesar Rp66,71 miliar.
Selama periode Januari hingga September 2022, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,30 triliun tumbuh 44,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp7,12 triliun.

