SURABAYA, CIN — Pasca pembangunan Suramadu di tahun 2009 kawasan sekitar Pelabuhan Kamal semakin
mengalami penurunan aktifitas secara drastis, hal itu berdampak sulit berkembangnya Kawasan
Pelabuhan Kamal, diantaranya :
- minimnya investasi kawasan
- penurunan aktifitas ekonomi
- belum adanya kebijakan pemerintah terhadap usaha kecil
- buruknya pemenuhan fasilitas & pelayanan kawasan serta
- belum adanya kebijakan pengelolaan kawasan pelabuhan
Sampai detik ini masyarakat masih bersabar dan menunggu terlaksananya Pepres no 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan serta kawasan selingkar wilis dan lingkar selatan yang didalamnya
ada proyek strategis di bangkalan umumnya dan Kamal khususnya serta Rencana Wisata Halal
yang dicetus Tim percepatan pembangunan bangkalan yang mana di Kamal ada Wisata Bahari Pelabuhan dan Silat Jokotole serta Menara twin city.
Sebelumnya, Universitas Trunojoyo Madura mengadakan diskusi dengan topik “Kebijakan Pengembangan Riset Kolaborasi Perguruan
Tinggi diantaranya Wisata Halal, Garam dan Pusat Ternak Nasional” yang di gelar di Aula Pertemuan lt 10 Gedung Graha Utama UTM pada, Senin (14/11/2022).
Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Kamal sebagai Buffer Stok Pangan Daging Nasional dengan memanfaatkan lahan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada (14/12/2022) akan meningkatkan perekonomian dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru.
Masyarakat yang tergabung dalam berbagai Forum aliansi di Kabupaten Kamal dan Bangkalan serta Tokoh masyarakat dalam Audensinya menyampaikan dukungannya terhadap program Pemkab Kamal untuk menjadikan Kamal sebagai pusat ternak nasional.
Masyarakat meminta Pemerintah Daerah (Pemda) segera memanggil dan mengundang pihak Universitas Trunojoyo dan PT Semen Indonesia untuk dapat merealisasi program tersebut.
Masyarakat Kamal pun mempersilahkan pihak diluar Kamal yang mempunyai ide lain untuk duduk bersama demi kemajuan Kamal.

