Anggota komisi VIII DPR RI Bongkar Dugaan Penyelewengan Dana Haji Tahun 2022

JAKARTA, CIN – Anggota komisi VIII DPR RI asal Jepara Abdul Wachid mencium adanya dugaan penyelewengan dana haji baru-baru ini. Pasalnya, dirinya mengaku menemukan kejanggalan terkait membengkaknya pengadaan komponen gelang haji yang dirasa sengaja di-mark up (dilebihkan) dengan nilai yang cukup besar.

Abdul Wachid mengungkapkan, pihaknya mendapat keterangan langsung dari para produsen gelang haji di kampung halamannya, Jepara, Jawa Tengah, bahwa biaya gelang haji hanya sebesar Rp 5 ribu.

Namun, biaya yang dianggarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) adalah sebesar Rp 30 ribu, atau lima kali lipat dari biaya sesungguhnya.

“Saya ini orang Jepara, dari dulu sampai sekarang yang bikin gelang haji itu orang Jepara, kampung saya. Saya sudah undang mereka dan saya tanya, berapa biaya gelang haji, mereka jawab dikasih harga Rp 5 ribu. Tapi oleh Kementerian Agama gelang itu dihargai Rp 30 ribu,” kata Wachid dikutip, Sabtu (11/2/2023).

Menurut Wachid, dirinya telah mengkalkulasi biaya gelang haji yang seharusnya hanya sekitar Rp 1 miliar untuk 221.000 jemaah, namun dianggarkan lebih dari Rp 7 miliar.

Bahkan, Wachid mengaku telah menyisir berbagai komponen biaya haji tahun 2022 yang nilainya mencapai Rp 98 juta. Ia menemukan banyak sekali anggar yang tidak rasional.

“Jujur dari situ saya merasa berdosa karena telah memberikan persetujuan biaya haji 2022. Saya kecewa dengan berbagai komponen seperti pesawat, katering, hotel yang tidak sesuai. Bahkan sampai gelang haji pun saya tahu dan saya kecewa,” kata Legislator Dapil Jawa Tengah ini.

Apabila komponen biaya haji dihitung secara riil, lanjut Wachid, maka besaran biayanya tidak akan lebih dari Rp 80 juta.

“Jadi biaya haji keseluruhan (2022) kalau kita hitung sekitar Rp 20 triliun. Nah, itu dikorupsi 5 persen saja sudah Rp1 triliun. Padahal saya hitung (korupsi nya, red) lebih 5 persen, bisa 10 persen. Ngeri tidak? Orang ibadah kok dikorupsi. Kalau dia tahu, agama harusnya tidak korupsi. Ini watak saya, saya tidak takut (menyampaikan ini, red),” tegas Wachid.

One comment

Tinggalkan komentar