JAKARTA,CIN – Gempa bumi besar melanda Turki dan Suriah pada hari Senin, 6 Februari 2023 menewaskan lebih dari 3.800 orang.
Gempa itu meratakan ribuan bangunan saat penyelamat menggali dengan tangan kosong untuk mencari korban selamat.
Lusinan negara menjanjikan bantuan setelah gempa berkekuatan 7,8, yang melanda saat orang-orang masih tidur dan di tengah cuaca beku yang menghambat upaya darurat.
Bangunan apartemen bertingkat yang penuh dengan penghuni termasuk di antara 5.606 bangunan yang menjadi puing-puing di Turki.
Sementara Suriah mengumumkan puluhan runtuh, serta kerusakan situs arkeologi di Aleppo.
Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed, menyebutnya sebagai gempa bumi terbesar yang tercatat dalam sejarah pusat tersebut.
Gempa awal diikuti puluhan gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan 7,5 yang mengguncang wilayah itu di tengah upaya pencarian dan penyelamatan pada Senin.
Di kota Sanliurfa, Turki tenggara, tim penyelamat bekerja hingga larut malam untuk mencoba dan menarik korban selamat dari reruntuhan gedung tujuh lantai yang telah runtuh.
Meskipun suhu turun di bawah nol, penduduk kota yang ketakutan bersiap untuk bermalam di jalanan, berkerumun di sekitar api unggun untuk mendapatkan kehangatan.
Di dekatnya, warga duduk berkerumun di dalam mobil bersama keluarga mereka, takut bergerak.
Setidaknya 1.444 orang tewas Senin di seluruh Suriah, kata pemerintah dan tim penyelamat.
Jumlah korban baru membuat total kematian di kedua negara menjadi setidaknya 3.823 setelah Turki merevisi jumlah korban sebelumnya menjadi 2.379.
Hampir 14.500 orang terluka dan 4.900 bangunan rata dengan tanah, Ankara mengumumkan Senin malam.
Turki mengumumkan tujuh hari berkabung bagi korban yang dinyatakan meninggal. Penyelamatan terhambat oleh badai salju musim dingin yang menutupi jalan-jalan utama dengan es dan salju.
Para pejabat mengatakan gempa membuat tiga bandara utama di daerah itu tidak dapat beroperasi, sehingga mempersulit pengiriman bantuan vital.
Gempa pertama Senin terjadi pada pukul 04:17 (0117 GMT) di kedalaman sekitar 18 kilometer (11 mil) di dekat kota Gaziantep, Turki, yang merupakan rumah bagi sekitar dua juta orang, kata Survei Geologi AS.
Lembaga geologi Denmark mengatakan getaran mencapai pantai timur Greenland sekitar delapan menit setelah gempa utama melanda Turki.
Lebih dari 12.000 orang terluka di Turki, kata badan manajemen bencana, sementara Suriah mengatakan sedikitnya 3.411 orang terluka.***

