Jakarta, CIN – Harga minyak dunia naik lebih dari USD 1 per barel pada perdagangan Jumat. Dengan kenaikan harga minyak hari ini maka membukukan penguatan mingguan terbesar sejak Oktober.
Kenaikan harga minyak dunia ini terjadi karena dua sentimen besar. Pertama karena pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serkat (AS) menuju level terendah dalam tujuh bulan. Kedua adanya sinyal peningkatan permintaan dari importir utama minyak dunia yaitu China.
Mengutip CNBC, Sabtu (14/1/2023), harga minyak mentah berjangka Brent menetap di USD 85,28 per barel, naik USD 1,25 atau 1,5 persen. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik untuk sesi ketujuh berturut-turut menjadi USD 79,86 per barel, naik USD 1,47 atau 1,9 persen.
Harga minyak Brent naik 8,6 persen pada minggu ini. Sementara harga minyak WTI naik 8,4 persen. Kenaikan pada pekan ini menutupi sebagian besar kerugian yang telah dicetak pada minggu sebelumnya.
Indeks dolar AS merosot ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan, sehari setelah data menunjukkan inflasi turun pada Desember untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun. Penurunan angka inflasi ini memberi harapan kepada Bank Sentral AS akan memperlambat kenaikan suku bunga.
Pelemahan dolar AS cenderung meningkatkan permintaan minyakmentah, karena penurunan nilai tukar dolar AS akan membuatnya harga minyak lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

