MANILA, CIN–Presiden Filipina Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos jr bernaji akan memenjarakan para petinggi kepolosian yang terlibat perdagangan narkoba.
Dikotip dari The Manila Times, Jumat (6/1/2023), Marcos Jr menyatakan pemerintahnya akan membersihkan para penjahat di tubuh Philippine National Police (PNP).
Berbicara kepada wartawan selepas meninjau terlimal 3 Bandara Internasional Ninoy Aquino, Presiden Marcos Jr menegaskan bahwa Mnteri Dalam Negeri Benhur Abalos telah meminta para perwira tinggi PNP, terdiri sejumlah Jenderal dan Kolonel, untuk mengundurkan diri.
Dikabarkan bahwa Kepala polisi nasional Filipina telah menawarkan diri untuk mundur dan mendorong hampir seribu pejabat polisi lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Jenderal Polisi Rodolfo Azurin Jr. mengatakan, langkah itu perlu dilakukan demi mendapatkan kembali kepercayaan publik dan membersihkan citra kepolisian setelah beberapa penegak hukum termasuk polisi, ditangkap karena terlibat perdagangan narkoba.
Azurin mengatakan melalui siarab televisi bahwa mereka yang akan mengajukan pengunduran diri secara sukarela akan tetap bekerja sampai Presiden Ferdinand Marcos Jr. memutuskan untuk menerima pengunduran diri mereka setelah sebuah investigasi.
Azurin berusaha menepis kekhawatiran mengenai hilangnya pemimpin kepolisian dalam jumlah besar-besaran yang dapat melumpuhkan pasukan keamanan beranggotakan 227.000 orang itu.
Azurin juga mengatakan tidak semua petinggi polisi berbuat kekeliruan. Ia mengatakan dari 100 lebih jenderal, kurang dari 10 saja yang saat ini sedang diselidiki karena diduga terkait dengan narkoba. Ia menyesali bahwa hanya karena kekeliruan sejumlah oknum, citra kepolisian secara umum tercoreng.
Menteri Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah Benhur Abalos sebelumnya mengatakan hanya petinggi polisi yang terbukti punya kaitan dengan peredaran narkoba yang akan diterima pengunduran dirinya.
“Kami punya masalah besar di kepolisian. Ada jenderal dan kolonel polisi yang terlibat narkoba. Berdasarkan rekomendasi dari kepala kepolisian dan petinggi lainnya saya meminta semua kolonel dan jenderal mengajukan surat pengunduran diri,” kata Abalos, seperti dilansir laman The Straits Times, Rabu (4/1).
“Kami harus membersihkan institusi. Orang yang percaya pada kami harus lebih percaya lagi pada kami.”

