JAKARTA — Naiknya yield imbas hasil’ SBN Indonesia tenor 10 tahun menjadi katalis positif yang menarik investor asing untuk masuk ke pasar obligasi dalam sepekan. Meskipun begitu, terhitung sejak 19 Desember sampai 22 Desember 2022 pasar keuangan Indonesia masih mencatatkan modal asing keluar bersih sebesar Rp40 miliar dibebani oleh pasar saham domestik.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat 23 Desember, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan terdapat modal asing masuk bersih ke pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp1,45 triliun.
Pada saat yang sama, terdapat modal asing keluar bersih senilai Rp1,48 triliun dari pasar saham domestik.
Masuknya investor asing ke pasar SBN dipicu oleh imbal hasil (yield) SBN Indonesia dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan menjadi 6,90 persen pada Jumat pagi dari 6,89 persen pada Kamis sore.
Imbal hasil tersebut masih jauh lebih menarik dibanding yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun yang naik ke level 3,679 persen.
Sementara itu, premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia lima tahun tercatat turun ke 98,75 basis poin (bps) per 22 Desember 2022 dari 99,73 bps per 16 Desember 2022.
Erwin menyampaikan BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

