JAKARTA – Viral video Bupati Meranti Muhammad Adil mengkritik keras Kementerian Keuangan dengan mengatakan diisi oleh iblis atau setan.
Pernyataan Bupati Adil tersebut disampaikan saat rapat dengan Kementerian Keuangan terkait dana bagi hasil hasil (DBH) dari eksploitasi tambang di wilayahnya.
Dalam unggahan video akun twitter @ipeh_tetapnganu pada, Sabtu (10/12/2022)., Bupati Meranti Muhammadi Adil mengeluarkan pernyataannya dalam sebuah rapat.
Dalam rapat itu, dia kemudian melancarkan kritik ke pejabat Kemenkeu di depannya.
“Kementerian Keuangan ini isinya iblis atau setan, jangan diambil lagi minyak di Meranti itu,” ungkap Adil.
Dirinya mengaku tak keberatan tak mendapatkan DBH dari pemerintah pusat asal sumber daya mereka tak dihisap oleh pemerintah pusat.
“Nggak apa-apa, kami juga masih bisa makan, dari pada uang kami dihisap sama pusat,” katanya.
“Karena kami daerah miskin, kalau kami kaya kami biarkan saja mau diambil Rp10 triliun pun nggak apa-apa,” ungkapnya.
Adil merasa kesal karena meski sumber daya Kabupaten Meranti diambil namun pemerintah pusat seolah tak menjadikan daerah tersebut sebagai prioritas.
“Kami daerah miskin, daerah esktrem, jadi daerah miskin ada minyak bapak ibu ambil uangnya entah dibawa kemana, pemerataan kemana? Harusnya kami ini yang menjadi prioritas,” tuturnya.
“Jokowi 2024 wajib nol persen, Bagaimana kami mau membangun rumahnya, bagaimana kami mau mengangkatnya kemiskinan orang, nelayannya, petaninya, buruhnya,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 ini warga Meranti sangat tersiksa.
“Bapak mau tahu, akibat pandemi Covid-19, warag Meranti nggak bisa pergi ke Malaysia. 41.000 penganggurannya,” tuturnya.
Saking kesalnya, Adil juga meminta agar Kabupaten Meranti dilepas ke Malaysia jika Negara tak mau mengurusnya.
“Kalau bapak tak mau ngurus kami nih, pusat tidak mau mengurus Meranti kasihkan kami ke negeri sebelah,” paparnya.
“Kan saya ngomong atau bapak tak paham omongan saya. Kalau tidak bisa juga nanti kita ketemu di mahkamah,” tegasnya.
Setelah puas menyampaikan unek-uneknya, Bupati Meranti ini pun izin meninggalkan ruangan rapat alias walkout dengan kembali memberikan pernyataan keras.
“Izin pak saya enek mandang bapak, aku tinggal ini ruangan,” pungkasnya.

