JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor sejak Minggu (9/10/2022) sore membuat debit Sungai Ciliwung meluap hingga tembus level siaga satu banjir Jakarta. Debit yang tercatat di Bendung Katulampa mencapai 220 sentimeter pada pukul 19.20 WIB malam ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI melalui akun Twitter @BPBDJakarta mengingatkan warga yang bermukim di bantaran kali untuk waspada potensi banjir. BPBD menyebut sejumlah wilayah Jakarta yang berpotensi terdampak banjir karena dilalui aliran Sungai Ciliwung. Beberapa di antaranya, Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Rawajati, Balekambang, Pengadegan, Cikoko, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.
“Antisipasi kurang lebih enam hingga sembilan jam ke depan air akan sampai di PA (Pintu Air) Manggarai,” tulis BPBD DKI melalui akun Twitter yang dikutip Minggu (9/10/2022) malam.
Diberitakan, debit air Sungai Ciliwung naik drastis dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 220 sentimeter (cm) atau siaga 1 banjir Jakarta saat Bogor diguyur hujan deras, Minggu, (9/10/2022). Berikut kronologi kenaikan air Sungai Ciliwung hingga mencapai Siaga 1 banjir Jakarta.
Hujan deras mengguyur Bogor dan sekitarnya mulai pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data Pos Bendung Katulampa pada Minggu pagi TMA Bendung Katulampa dalam keadaan normal 10 cm dan 20 cm mulai pukul 11.00 WIB dan bertahan hingga pukul 15.00 WIB.
Bertepatan dengan hujan pada Minggu sore, TMA Sungai Ciliwung 40 cm pada pukul 16.00 WIB, 60 cm pada pukul 17.00, lalu bertahan hingga pukul 18.00 WIB dan masih berstatus normal.
Kenaikan TMA Secara drastis terjadi pukul 18.25 WIB dengan 130 cm atau Siaga 3. Kemudian, 20 menit berikutnya pada pukul 18.52 siaga 2 dengan 180 cm dan pada pukul 19.16 TMA 220 cm atau dalam posisi siaga 1 banjir Jakarta.
Kepala Bendung Katulampa, Andi Sudirman menuturkan, kenaikan tinggi air disebabkan curah hujan cukup merata di wilayah Bogor sejak pukul 15.00.
“Minggu siang, TMA masih normal dan sore hari hujan deras di hulu Puncak Bogor menyebabkan TMA di Katulampa naik drastis,” kata Andi.
Andi memperkirakan, TMA Ciliwung masih akan naik, mengingat curah hujan masih tinggi di hulu Ciliwung di Puncak, Cisarua.
“Diperkirakan sekitar 10 hingga 12 jam, aliran Ciliwung akan tiba di hilir Jakarta dan sekitarnya,” papar Andi.
Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat di sepanjang bantaran dan hilir sungai wilayah Jakarta agar tetap waspada.
Laporan BMKG menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi hingga pukul 22.00 WIB. Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan potensi curah hujan terjadi di wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Kota Depok, Bekasi, Sukabumi, Kab Cianjur,Karawang, hingga Purwakarta.

