JAKARTA – Terdakwa Bharada Richard Eliezer alias E mengaku sempat melihat sosok wanita selain Putri Candrawathi di rumah Ferdy Sambo yang berada di Kemang, Jakarta Selatan.
Kesaksian Bharada E itu disampaikan ketika menjadi saksi untuk terdakwa Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal alias RR dalam persidangan dugaan pembunuhan berencana Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Terungkapnya sosok wanita lain itu berawal saat Bharada E dipertanyakan hakim mengenai pengetahuannya soal pertengkaran Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Mantan ajudan Ferdy Sambo itupun menyebut tak mengetahui secara pasti. Tetapi, kedua bosnya itu memang sempat terlihat marah pada Juni, lalu
“Ada kejadian tiba-tiba ibu (Putri Candrawathi, red) turun (dari lantai atas rumah Saguling, red). Almarhum (Brigadir J) juga turun bawa senjata langsung taro di mobil. Ibu PC panggil kita bertiga,” ujar Bharada E dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11).
Kemudian, Putri Candrawathi bersama tiga ajudan yakni, Bharada E, Brigadir J, dan Matheus menuju arah Kemang.
Mereka yang dalam satu mobil itu disebut menyusuri wilayah Kemang. Bharara E pun mengaku sempat bingung tujuan dan apa yang dicari sebenarnya.
“Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka. Singgah di sana, saat mampir di kediaman saya lihat ibu marah, saya ngga berani menanyakan,” ungkapnya
Setengah jam berlalu, muncul Ferdy Sambo. Dia disebut juga terlihat marah dan langsung masuk ke rumah.
Hanya saja, Bharada E tak tahu apa penyebab kedua bosnya itu sangat marah di hari itu.
Namun, Bharada ingat betul bila Brigadir J sempat menyampaikan pesan kepadanya soal ada rekan Ferdy Sambo yang akan datang. Sehingga, ia pun mengartikan untuk menyambut kedatangan tamu bosnya itu.
- Mantan Penyidik KPK Yakin Kasatgas Penyidikan KPK Dapat Segera Menangkap Harun Masiku
- Cakrawala Indo News Resmi Pindah Alamat Website
- TPN Ganjar-Mahfud Sebut Kapolri Melarang Seorang Kapolda Untuk Bersaksi di MK
- TPN Ganjar-Mahfud Sebut Banyak yang Ketakutan Jadi Saksi Kecurangan Pemilu
- Kasus Korupsi Proyek IPDN, Eks Pejabat Kemendagri Dudy Jocom Divonis 4 Tahun Penjara
- Jelang Putusan Hasil Pilpres, Ganjar Pastikan Apa Pun Hasilnya Tim Hukum Sudah Siap Ajukan Gugatan
- Dituntut 6 Bulan Penjara, Anggota PPLN Kuala Lumpur Minta Dibebaskan dari Hukuman
- Saat Demo, Refly Harun Menyebut Jokowi Penyebab Hancurnya Demokrasi di Indonesia
Tak lama berselang, tiba-tiba ada seseorang wanita yang keluar dari rumah. Bharada E tak mengenai identitasnya.
Padahal, selain kedua bosnya, di rumah itu hanya ada para ajudan. Termasuk apakah perempuan itu datang bersama Eben. Sebab, ketika tamu Ferdy Sambo itu datang, ia berada di dalam rumah.
“Setengah jam kemudian ada orang keluar dari rumah, saya bilang ‘fon ada orang keluar itu’. Ada perempuan, saya ngga kenal, nangis dia. Saya bertanya-tanya ini siapa,” ucapnya.
Sosok wanita itu tak banyak bicara, dia hanya menangis mencari drivernya. Tak lama kemudian, wanita itupun pergi.
“Perempuan itu bilang mencari driver dia, saya lari ke samping saya panggil drivernya, perempuan itu naik baru pulang,” kata Bharada E.









