Saham ASII dan ADMR Diborong Asing, IHSG Pada Akhir Perdagangan Hari Ini Terkoreksi 0,74 Persen ke Level 7.050,12

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini Selasa 8 November 2022 terkoreksi 0,74 persen ke level 7.050,12.

Aksi investor asing yang mencatatkan netsell sebesar Rp193,66 miliar membebani gerak laju IHSG hari ini. Meskipun begitu, dalam sebulan asing masih mencatatkan netbuy sebesar Rp8,81 triliun.

Pada akhir perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan netbuy terbanyak pada saham ASII dan membuat saham ASII memimpin jajaran saham yang mencatatkan netbuy asing terbesar.

Netbuy asing pada saham ASII mencapai Rp53,5 miliar, sebanyak 35,2 juta saham ASII diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp229,2 miliar.

Selain ASII, saham MDKA, ADMR dan BMRI juga ikut diborong asing, masing-masing mencatatkan netbuy asing sebesar Rp24,6 miliar, Rp17,3 miliar dan Rp16 miliar.

Sedangkan saham TLKM menjadi pemimpin jajaran saham yang paling banyak dijual asing pada perdagangan hari ini. Total netsell asing pada saham TLKM mencapai Rp124,8 miliar , sebanyak 110.6 juta lembar saham TLKM di perdagangkan dengan nilai sebesar Rp467,7 miliar.

Mengikuti TLKM, saham ADRO, BBRI, dan BBCA juga dilepas investor asing, masing-masing mencatatkan netsell asing sebesar Rp40,1 miliar, Rp33,8 miliar, dan Rp25,2 miliar.

Lalu dilanjutkan oleh saham BSBK yang menjadi pemimpin jajaran saham dengan keuntungan terbesar (Top Gainers), pada perdagangan hari ini saham BSBK tercatat naik 35 persen dan ditutup pada harga Rp135, sebanyak 282 miliar lembar saham BSBK di perdagangkan dengan nilai mencapai Rp38,1 miliar.

Selain saham BSBK, saham CBUT dan OMED juga masuk jajaran top gainers dengan penguatan masing-masing sebesar 24,64 persen sehingga ditutup pada Rp860 pada saham CBUT dan 23,53 persen sehingga ditutup Rp252 pada saham OMED.

Saham NANO justru memimpin jajaran yang mencetak kerugian terbesar(Top Losers), saham NANO terpantau anjlok 9,52 persen pada perdagangan hari ini dan ditutup ke harga Rp38, sebanyak 459 juta lembar saham NANO diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp18 miliar.***

Tinggalkan komentar