JAKARTA–Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) hari ini Jumat (4/11/2022) meluncurkan vaksin produksi dalam negeri yang diberi nama Inafac atau Vaksin Merah Putih.
Kepala BPOM Penny K Lukito meluncurkannya dalam upacara di Universitas Airlangga Surabaya, Jumat. Vaksin Merah Putih tersebut sudah bisa digunakan untuk vaksinasi penyakit Covid-19.
Vaksin Merah Putih atau Inavac dengan platform inactivated virus yang dikembangan oleh tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya dinyatakan telah rampung. Vaksin Sars-CoV-2 (sel vero) inaktif hasil karya anak bangsa ini sudah menuntaskan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.
Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih mengatakan, urusan penelitian vaksin sudah selesai. “Konfirmasi uji klinis dari Badan POM sangat penting untuk mengetahui apakah masih ada kekurangan atau memang sudah siap atau layak edar,” ujar Nasih di Surabaya, Rabu (2/11/2022).
Koordinator Riset Vaksin Merah Putih Unair Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi mengatakan, tim riset Vaksin Merah Putih Unair dan PT Biotis sangat mengapresiasi penghargaan presiden atas karya anak bangsa.
Saat ini, lanjut dia, Unair telah menuntaskan uji klinis 1, 2, dan 3. Bahkan, vaksin Inavac diamanahkan oleh menteri kesehatan untuk menyelesaikan vaksinasi booster.
’’Booster heterolog dewasa sudah selesai diuji klinis. Berikutnya, harapan Pak Menteri bisa untuk vaksin anak remaja dan booster remaja,” katanya.
Nyoman menjelaskan, saat ini protokol untuk booster remaja sedang dievaluasi BPOM. Jadi, Unair menunggu izin dari BPOM untuk mengeluarkan EUA. Sementara, vaksin remaja anak saat ini mulai diuji klinis.
’’Kalau EUA keluar, kebutuhan booster dan vaksin primer bisa dipenuhi,” ujarnya.
Dalam masa menunggu, lanjut dia, BPOM masih melakukan evaluasi dengan komite ahli. BPOM tentu akan berhati-hati dalam mengeluarkan EUA. Meski begitu, Unair berharap BPOM bisa mengeluarkan EUA dalam waktu dekat.
’’Kami harap-harap cemas. Dengan kondisi stok booster yang menipis, harapan pemerintah karya anak bangsa bisa mengisi kekosongan tersebut,” kata dia.
Inavac adalah Vaksin Merah Putih platform Unair-PT Biotis berbasis inactivated virus. Pembuatan vaksin mulai hulu hingga hilir dilakukan anak bangsa. Perusahaan yang akan memproduksi juga berasal dari Indonesia.
’’Jika EUA sudah dikeluarkan BPOM, PT Biotis memiliki kesanggupan memproduksi 20 juta dosis per bulan. Namun, produksinya tentu akan disesuaikan kebutuhan pemerintah,” ujarnya.
Nyoman menjelaskan, vaksin Inavac belum diproduksi massal sebelum mendapatkan izin EUA dari BPOM. Vaksin Inavac sebelumnya diuji tantang dengan virus Covid-19 varian Delta dan Omicron.
Hasilnya, vaksin itu dapat menetralisasi virus tersebut.
’’Kalau untuk virus baru subvarian XBB, belum diuji tantang. Meski begitu, vaksin sudah terbukti dapat menekan tingkat keganasan virus,” jelasnya.

