KPK Cecar Direktur Asia Cargo Airlines Revy Dian Permata Sari Soal Penyewaan Jet Pribadi Lukas Enembe

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Direktur Asia Cargo Airlines Revy Dian Permata Sari soal penyewaan jet pribadi oleh tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) dan keluarga.

Revy Dian Permata Sari diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, pada Selasa (27/9). Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

“Saksi hadir di dalami pengetahuan saksi diantaranya soal adanya beberapa kali sewa private Jet yang dilakukan oleh LE (Lukas Enembe) dan keluarga,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (28/9).

Selain saksi Revy, KPK sedianya memanggil seorang saksi lain dalam penyidikan kasus tersebut, yakni pelajar atau mahasiswa bernama Selvi Purnama Sari. Namun, ia tidak menghadiri panggilan penyidik KPK.

“Saksi tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang untuk diperiksa hari ini, Rabu,” tambah Ali.

Untuk diketahui, KPK belum mengumumkan secara resmi soal status tersangka Lukas Enembe. KPK akan menyampaikan mengenai kontruksi perkara maupun identitas para tersangka saat dilakukan upaya penahanan.

KPK pun menyayangkan sikap Lukas Enembe yang tidak kooperatif memenuhi dua panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Lukas tidak hadir dengan alasan sakit.

“Sampai dengan saat ini yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut. Kami tentu menyayangkan sikap saudara LE (Lukas Enembe) yang memilih untuk tidak memenuhi panggilan tim penyidik KPK,” ujar Ali

KPK minta Lukas kooperatif untuk hadir dalam agenda pemeriksaan berikutnya. Sebab sampai saat ini, kata Ali, KPK belum mendapat informasi yang sahih mengenai kondisi kesehatan Lukas.

“Meski sebelumnya pihak kuasa hukum telah menyampaikan rencana ketidakhadiran tersebut karena alasan kondisi kesehatan saudara LE, namun sampai dengan hari ini KPK belum mendapatkan informasi yang sahih dari pihak dokter ataupun tenaga medis yang menerangkan kondisi Sdr. LE dimaksud,” ucap Ali.

Tinggalkan komentar