Minyak Mentah Berjangka West Texas Intermediate Turun 3,4 Persen dan Ditutup Pada US$92,36 Per Barel, Simak Sebelum Buy On Weakness

JAKARTA – Hari ini Jumat (2/9/2022), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terkoreksi US$2,94 atau 3,3 persen menjadi US$86,61 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November jatuh US$3,28 atau 3,4 persen dan ditutup pada US$92,36 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga Minyak WTI yang bergerak tipis di atas level support berada pada level US$85,74 per barel dianggap investor sebagai kesempatan emas untuk melakukan Buy On Weakness (membeli saat harga melemah) dengan ekspektasi harga minyak mentah menembus di atas US$95,00. Namun, dengan besarnya sentimen negatif yang menekan harga minyak lebih dalam hal tersebut mungkin akan sulit terjadi.

Adanya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi yang disebabkan suku bunga tinggi akan mengurangi permintaan bahan bakar terus membebani pasar. Bahkan, OPEC+ direncanakan akan mengadakan pertemuan pada tanggal 5 September yang akan datang untuk membahas penurunan harga resminya di kawasan Asia.

Aktivitas pabrik Asia merosot pada Agustus karena pembatasan nol-COVID Tiongkok dan tekanan biaya terus merugikan bisnis dan berimbas pada menurunya permintaan minyak di kawasan tersebut.

Pusat teknologi Tiongkok Selatan, Shenzhen, memperketat pembatasan COVID-19 karena kasus terus meningkat. Acara besar dan hiburan dalam ruangan ditangguhkan selama tiga hari di distrik terpadat di kota itu, Baoan.

Kenaikan tajam dalam dolar AS juga menghadirkan hambatan. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, melonjak 0,92 persen menjadi 109,6930 pada akhir perdagangan pagi ini. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Tinggalkan komentar