BENGKULU–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyebutkan dua wilayah di Provinsi Bengkulu mengeluarkan status darurat bencana. Dua Wilayah tersebut adalah Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara.
“Hingga saat ini baru dua wilayah di Provinsi Bengkulu yang mengeluarkan status darurat bencana akibat hujan deras yang kembali terjadi,” kata Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah di Kota Bengkulu pada, Jumat (2/9).
Status darurat untuk Kabupaten Bengkulu Utara telah ditetapkan sejak 30 Agustus 2022. Sedangkan untuk Kota Bengkulu pada 1 September.
Saat ini wilayah banjir di Kota Bengkulu meluas ke beberapa kecamatan. Sedangkan untuk di Kabupaten Bengkulu Utara wilayah yang terendam banjir berada di Kecamatan Air Besi, Kecamatan Argamakmur, Kecamatan Pinang Raya, Kecamatan Batik Nau, Kecamatan Lais, Kecamatan Air Padang, Kecamatan Ketahun, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kecamatan Ulok Kupai, dan Kecamatan Air Napal.
Sementara itu RRI mengabarkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, 50 persen permukaan Kota Bengkulu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Data dilihat melalui kajian monitoring Aplikasi InaRisk.
Dari kajian itu, terdapat delapan kecamatan terdampak dengan luasan resiko 7.849 hektar dan merambah 215 hektar area lingkungan. Kedelapannya adalah Kecamatan Sungai Serut, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Kampung Melayu, Teluk Segara, Ratu Samban, dan Singaran Pati.
Setidaknya terdapat 121.866 jiwa penduduk Kota Bengkulu terdampak bencana meteorologi. Potensi kerugian ekonomi mencapai Rp973,045 miliar dan kerugian fisik infrastruktur senilai Rp538,746 miliar.
Banjir terjadi sebanyak dua kali dalam sepekan ini dengan ketinggian bervariasi, yang mencapai lebih dari semeter. Menurut perhitungan BMKG, Provinsi Bengkulu diperkirakan masih akan diguyur hujan hingga 3 September 2022.
Masyarakat diimbau waspada akan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, pohon tumbang, tanah longsor hingga angin kencang. Masyarakat diminta menjaga kesehatan seperti mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menggunakan air bersih.
Seperti diketahui, hujan mengguyur sejak Senin (29/8/2022) hingga Jumat (2/9/2022) di wilayah Bengkulu. Akibatnya terjadi bencana banjir di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyebutkan kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor di tujuh wilayah di Bengkulu diperkirakan mencapai Rp148 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Jaduliwan di Kota Bengkulu, Jum’at, mengatakan bahwa kerugian tersebut diperkirakan berdasarkan total kerusakan akibat banjir.
“Untuk sementara diperkirakan total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak beberapa hari lalu mencapai Rp148 miliar,” kata Jaduliwan.
Ia menjelaskan, akibat banjir dan tanah longsor tersebut sebanyak 6.700 kepala keluarga (KK) terdampak, satu rumah sakit terendam, 19 fasilitas pendidikan terendam banjir, dan 21 jembatan di beberapa wilayah rusak.
Tujuh wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor yaitu Kota Bengkulu dengan 1.970 KK terdampak, empat mesjid, lima kantor, dan 20 hektare lahan terendam banjir. Kemudian Kabupaten Kaur yaitu 120 KK, satu sekolah dan satu rumah sakit terdampak banjir, Kabupaten Seluma yaitu 1.019 KK dan dua jembatan rusak.
Kabupaten Mukomuko yaitu 262 KK terendam banjir, Kabupaten Bengkulu Tengah sekitar 1.311 KK terdampak banjir dan tiga kecamatan terjadi tanah longsor.
Selanjutnya Kabupaten Bengkulu Utara yaitu 1.973 KK, 13 sekolah dan 17 jembatan gantung rusak serta Kabupaten Rejang Lebong sekitar 45 KK, 23,5 hektare sawah terendam banjir dan dua jembatan rusak.

