Dalam RDP Anggota Komisi III Pertanyakan Kepada Kapolri Kasus KM 50 Yang Juga Ditangani Sambo

JAKARTA–Sejumlah anggota Komisi III DPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tidak hanya minta kejelasan penanganan kasus pembunuhan Brigadir J, melainkan juga peristiwa KM 50 yang mereka nilai ada kemiripan.

Anggota Komisi III Desmon J Mahesa menyinggung kasus penembakan Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek oleh polisi beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, Desmond menyebutkan kasus KM 50 direkayasa, sama seperti kasus penembakan Brigadir J. Diketahui Irjen Pol Ferdy Sambo juga menangani kasus KM 50.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Habib Aboe Bakar Alhabsyi juga mempersoalkan kemiripan kedua kasus tersebut. Saat peristiwa KM 50 terjadi, tahun 2020 silam, Irjen Ferdy Sambo masih menjabat kepala (Satgassus) Merah Putih.

Menurut Alhabsyi, kini muncul kecurigaan masyarakat bahwa kemungkinan terdapat rekayasa dalam penanganan kasus penembakan KM 50, sebagaimana Sambo merekayasa kasus penembakan Brigadir J. Karenanya, kasus KM 50 perlu untuk ditinjau lagi.

“Presiden dengan memberikan semangat begini nih kadang-kadang kita teringat Pak, kenapa peristiwa J saja yang diperhatikan. Yang kemarin tuh KM 50 itu gimana ceritanya tuh, jangan-jangan sama lagi (dengan penembakan Brigadir J). Jangan-jangan,” kata Aboe Bakar.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Romo Muhammad Syafii menilai misteri kasus KM 50 jauh lebih hebat daripada kasus pembunuhan Brigadir J.

Ferdy Sambo, yang diduga otak utama pembunuhan Brigadir J, diketahui juga menangani kasus KM 50. “Misteri KM 50 lebih hebat dibanding kematian [Brigadir] J,” ujar Romo Syafi’i.

Apalagi, lanjut Romo, ada rumor mobil di tempat kejadian KM 50 juga ada di peristiwa penembakan Brigadir J. Selain itu, menurutnya, masih banyak misteri peristiwa KM 50 yang belum terungkap.

“CCTV rusak tapi tidak ada penjelasan. Lokasi dihilangkan. Itu penghilangan barang bukti,” jelasnya.

Dia minta Kapolri agar mengaudit Satgasus Merah Putih pimpinan Ferdy Sambo, yang diduga terlibat dalam peristiwa KM 50, bukan hanya dibubarkan. Dia mengingatkan, audit diperlukan untung memperjelas aliran uang Satgasus.

Dengan begitu, dia berharap didapat hubungan Satgasus ke peristiwa KM 50. “Mungkin dengan audit kita bisa lihat benang merah Satgasus dengan KM 50,” ujarnya.

Tinggalkan komentar