JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pemberian vaksinasi Covid-19 lanjutan pada akhir tahun 2022 guna memperbaiki kadar imunitas masyarakat sembari mengantisipasi mutasi virus maupun subvarian baru yang mungkin timbul karena kenaikan kasus di banyak negara lain.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa 23 Agustus 2022 mengatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu hasil Rapat Kabinet Terbatas terkait Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa.
“Kita lihat di beberapa negara seperti di Jepang, Eropa, Amerika, kasus konfirmasi Covid-19 di atas 100 ribu per hari. Bahkan di Jepang kasus konfirmasinya di atas 200 ribu per hari. Kasus konfirmasi harian seperti ini pasti terjadi mutasi dan terjadi varian baru,” kata Menkes dalam keterangan persnya pada, Selasa (23/8/2022).
Menurut Budi, Indonesia harus bersiap-siap mengantisipasi adanya subvarian baru di Eropa dan Amerika Serikat yang ditimbulkan kasus konfirmasi yang tinggi.
Kendati saat ini kasus 7-days moving average masih di angka 4.683 atau relatif lebih rendah dari berbagai negara lain, Menkes mengingatkan bahwa ujian bagi Indonesia baru akan terjadi enam bulan dari sekarang atau sekitar bulan Januari-Maret 2023.
“Kalau kita bisa melampaui seperti sekarang, Indonesia jadi negara yang bisa menangani pandemi selama 12 (bulan) berturut-turut,” ujarnya.
Untuk itu, Indonesia harus bisa menjaga level imunitas setinggi saat ini, yakni pada kisaran 98,5 persen masyarakat yang memiliki antibodi dengan 2.000 unit per mililiter berdasarkan hasil sero survei bulan Juli 2022.
Tantangan menjaga level imunitas, lanjut Menkes, menjadi berbeda karena tingkat pelaksanaan vaksinasi yang sudah melandai dan rendahnya tingkat infeksi.
“Jadi kita diskusi dengan Bapak Presiden, nanti akhir tahun kita akan melakukan vaksinasi terutama bagi golongan yang imunitasnya rendah,” kata Menkes.
Penentuan golongan penerima vaksinasi Covid-19 lanjutan tersebut nantinya akan didapatkan dari hasil sero survei yang bakal digelar pada November 2022.
“Daerah mana yang imunitasnya sudah turun, lalu orang mana yang berisiko tinggi. Nanti itu yang kita berikan vaksinasi agar bisa meningkatkan, mempersiapkan, memperbaiki kadar imunitas masyarakat tersebut,” katanya.
“Insya Allah jika ada varian baru, mudah-mudahan tidak, pada bulan Februari-Maret (2023) imunitas populasi tetap tinggi. Idealnya sama seperti sekarang 98,5 persen ke atas sudah tetap memiliki imunitas di atas 2.000 unit per mililiter,” ujar Menkes Budi.

