Saham BABA Melemah, Anak Usaha Pecat Ratusan Karyawan

JAKARTA – Sentimen negatif menyelimuti Alibaba Group Holding Ltd. (BABA). Saham BABA ditutup melemah ke harga US$ 89.63 per lembar saham dengan rentang perdagangan pada level US$ 89.18 sampai US$ 91.65. Dengan begitu saham BABA telah turun sebesar 45,39% dalam satu tahun terakhir.

Setelah sempat mencuat kabar mengenai rencana delisting Alibaba dari Wall Street, kini dikabarkan bahwa Kaola, perusahaan e-commerce lintas batas yang diakuisisi Alibaba 3 tahun yang lalu, memangkas karyawan hingga menyusut dari yang semula lebih dari 400 orang pada tahun 2021 sekarang menjadi kurang dari 20 orang.

Platform tersebut kini berfokus pada bisnis e-commerce perlengkapan ibu dan bayi, serta barang-barang kecantikan. Produk dan teknologi yang menjadi aset perusahaan tersebut sekarang hanya dapat di-maintain dan tidak lagi mendapatkan pengembangan.

Berawal pada September 2019, Alibaba melakukan akuisisi penuh platform e-commerce lintas batas NetEase, Kaola, senilai US$ 2 miliar. Aksi tersebut merupakan akuisisi terbesar perusahaan di bidang e-commerce pada saat itu.

Kaola, yang telah berdiri selama empat tahun pada saat itu, adalah platform e-commerce lintas batas terbesar di Tiongkok. Pada tahun 2018, Gross Merchandise Value (GMV) Kaola mendekati 30 miliar yuan setara dengan US$4,4 miliar. Pada paruh pertama tahun 2019, Kaola menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar 27,7%.

Namun, Kaola gagal menambahkan bentuk bisnis baru ke Alibaba. Kaola tidak pernah menetapkan standarisasi dan mekanisme audit rantai pasokan.

Pada bulan Mei, Kaola mulai memberhentikan karyawan. Aplikasi Kaola masih berjalan, tetapi produk dan teknologinya tidak lagi ditingkatkan. Akun Weibo resminya belum diperbarui sejak 1 Juni.

Tinggalkan komentar