LEBAK–Kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) menilai sepak terjadi Menkopolkam Mahfud MD sangat menonjol dalam membela kepentingan bangsa sehingga ia layak menjadi tokoh alternatif pada Pemilu 2024.
“Kami mengapresiasi keberanian Pak Mahfud MD karena dapat membongkar berbagai kasus besar dan saat ini mendapatkan kepercayaan Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan,” kata jurubicara Kaukus Muda NU Herdy Aldiansyah di Lebak pada, Jumat 19 Agustus 2022.
Dalam catatannya, ada beberapa kinerja Mahfud yang layak diapresiasi. Misalnya soal Satgas BLBI dimana Mahfud sebagai ketua.
“Saya kira tindakan tegas Mahfud MD dapat menyelamatkan uang negara atas kasus BLBI itu,” kata Herdy.
Kemudian, Mahfud MD juga memiliki peran besar dalam upaya meluruskan proses penyelidikan sampai penyidikan di dalam drama kasus pembunuhan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J oleh pimpinannya sendiri yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.
“Keberanian Mahfud tidak diragukan untuk membongkar kasus pembunuhan Ferdy Sambo di internal kepolisian,” ujarnya.
Herdy mengatakan Mahfud MD tidak mungkin melakukan semua itu tanpa faktor integritas yang bersangkutan.
Dia yakin betul kecakapan Mahfud MD tidak lepas dari sosoknya yang bersih dari kepentingan pihak lain. “Insya Allah beliau orang bersih. Rasanya tak mungkin semua itu dilakukan jika Pak Mahfud tersandera oleh kepentingan,” katanya.
Karena integritas tersebut, ujar dia, ia bersama rekan-rekannya sesama Pemuda Nahdliyin memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan Mahfud MD selama ini.
“Kami kira Pak Mahfud harus lanjutkan semua ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Kami mendukung penuh langkah beliau,” tegasnya.
Ia menyebutkan dalam momentum Pemilihan Umum 2024 pihaknya berharap bahwa Mahfud MD menjadi tokoh alternatif dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. “Kami dan Kaukus Muda Nahdliyin Banten mendukung Pak Menko Polhukam Mahfud MD sebagai kader nahdliyin untuk menjadi tokoh alternatif tahun 2024,” jelasnya.
Nama Mahfud MD sempat ramai diperbincangkan menjelang Poilpres 2019. Ia dikabarkan menjadi calon kuat Cawapres untuk mendampingi Presiden Jokowi, namun ternyata kemudian Jokowi memilih Tokoh senior NU KH Maruf Amin.

