JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang jasa mendiang Ketua MPR RI tahun 2009-2013 Taufiq Kiemas saat meresmikan Masjid At-Taufiq di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu.
“Saya hadir di Masjid At-Taufiq ini untuk mengenang jasa Almarhum Bapak Taufiq Kiemas, yang berperan besar dalam sejarah perpolitikan Indonesia,” kata Presiden dalam sambutannya yang disiarkan langsung di kanal YouTube PDI Perjuangan, Rabu (8/6).
Menurut Jokowi, Taufiq Kiemas merupakan sosok nasionalis dan religius yang tumbuh dari keluarga taat beragama, sekaligus memiliki latar belakang nasionalisme sangat kokoh. Di dunia politik, lanjut Jokowi, Taufiq Kiemas mampu bersikap tepat atas karakternya yang memiliki pergaulan sangat luas.
“Pak Taufiq Kiemas adalah politisi dengan jejaring pergaulan yang sangat luas, komunikator yang baik, pemersatu, dan mampu merangkul perbedaan-perbedaan yang ada,” katanya.
Jokowi juga mengenang Taufiq Kiemas sebagai sosok penggagas empat pilar kebangsaan yang gencar ditanamkan ke masyarakat, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Beliau juga dikenal sebagai Bapak Empat Pilar atas kegigihannya membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau juga sangat dikenal sebagai pejuang kemanusiaan atas kepedulian sosial yang tinggi dalam dunia pendidikan dan ke-sukarelawan-an,” ujar Presiden.
Peresmian Masjid At-Taufiq, yang berlokasi di Sekolah Partai PDI Perjuangan tersebut, diikuti dengan acara pengajian untuk mengenang sembilan tahun wafatnya Taufiq Kiemas.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan tanggapan soal anggapan hubungan ibu dan anak bagi Presiden Joko Widodo, yang diisukan sempat merenggang.
“Ini ada Pak Jokowi, ada Ibu (Iriana, red) juga. Kami dari dulu kekeluargaan. Jadi, kalau mau, istilahnya ‘digoreng-goreng’ (hubungannya, red) itu, kan begitulah,” kata Megawati usai peresmian Masjid At Taufiq di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada peresmian masjid itu menyatakan bahwa hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri seperti hubungan seorang ibu dengan anak.
Megawati yang berada di samping Jokowi dan Ibu Negara Iriana meminta awak media massa, agar dalam memberikan informasi ke masyarakat, selalu mengedepankan etika jurnalistik.
Baginya, media massa saat ini terkesan kerap tak menjadikan kode etik sebagai pertimbangan. Konteks yang dimaksud Megawati adalah pemberitaan mengenai hubungan Jokowi dan Megawati merenggang.
Megawati mengingat bahwa para wartawan di era Pemerintahan Soekarno dulu ada perbedaan mengenai penghormatan terhadap kode etik jurnalistik yang tentunya mengedepankan check and recheck informasi.
“Ini koreksi, kalau mau ditulis silakan. Adik ini jangan kalah sama wartawan zaman Ayah saya. Meskipun ada perbedaan, (wartawan harus) selalu mematuhi kode etik jurnalistik,” tegas Megawati.
Apa pun itu, Megawati mengaku dirinya sangat berbahagia dengan kehadiran Jokowi pada acara peresmian masjid tersebut.
‘Ya senang banget,” ujar Megawati.
Megawati juga mengakui bahwa karena PDI Perjuangan, sering sekali orang berpikir sepertinya kurang islami, menjadi satu alasan keluarganya membangun masjid itu.
“Tentunya buat partai, untuk supaya dikelola dengan baik. Dan seperti saya terangkan, bentuknya masjid ini, saya tanya kalau membuat masjid itu apa tidak bisa dari karakter bangsa Indonesia. Ternyata banyak yang mengatakan itu tidak menjadi persoalan sehingga, (masjid) ini sekarang menjadi bukti,” kata Megawati.

